ACEH BESAR (Waspada.id): Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Aceh Besar menargetkan perluasan penanaman jagung hingga seluas 1.000 hektare pada tahun 2026. Target ambisius ini dicanangkan setelah capaian penanaman jagung seluas 402 hektare yang berhasil direalisasikan sepanjang tahun 2025.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Besar, Nabhani, S.I.Kom, saat ditemui di Kantor Sekretariat DPD Tani Merdeka di Jalan Banda Aceh–Medan, kawasan Lambaro, Aceh Besar, pada Sabtu (10/1).
Nabhani menjelaskan, hingga saat ini pengembangan tanaman jagung telah dilakukan di enam kecamatan yang dinilai memiliki potensi lahan produktif, yakni Kecamatan Lembah Seulawah, Indrapuri, Blang Bintang, Kuta Malaka, Darussalam, dan Kuta Baro.
Ke depan, ungkapnya, perluasan lahan akan diarahkan ke kecamatan lain yang memiliki kesesuaian agroklimat dan ketersediaan lahan.
“Sesuai target tahun 2026, penanaman jagung akan kita perluas ke kecamatan lain yang potensial, sehingga totalnya mencapai 1.000 hektare. Target ini realistis dan terukur. Harapan kita, Aceh Besar dapat menjadi salah satu sentra penghasil jagung di Aceh,” ujar Nabhani.
Pria yang akrab disapa Pak Ben ini menambahkan, saat ini DPD Tani Merdeka Aceh Besar telah menaungi lebih dari 70 kelompok tani yang tersebar di berbagai wilayah. Dalam pelaksanaannya, Tani Merdeka terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci dalam memperkuat sektor pertanian sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.
“Tujuan utama Tani Merdeka adalah meningkatkan kesejahteraan petani melalui pembinaan kelompok tani, peningkatan produktivitas, dan hasil panen. Semua ini sejalan dengan program ketahanan pangan nasional menuju swasembada pangan,” kata mantan anggota DPRK Aceh Besar dari Partai Gerindra tersebut.
Lebih lanjut, Nabhani menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong kemajuan pertanian di Aceh. Saat ini, DPW Tani Merdeka Aceh juga telah menjalin kerja sama dengan Bio Rimba Raya Medan dalam pemanfaatan pupuk cair PCO untuk mendukung produktivitas pertanian di tiga kabupaten, yakni Aceh Besar, Aceh Jaya, dan Pidie.
“Selain itu, kami juga terus berkoordinasi dengan para penyuluh pertanian di kabupaten terkait, khususnya dalam pendataan luas lahan dan perencanaan musim tanam,” pungkasnya.
Keberadaan Tani Merdeka diharapkan dapat menjadi energi baru bagi para petani Aceh, khususnya di Aceh Besar, dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional. (id65)











