AcehLapsus

Dua Jam Bersama Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Drs Armia Pahmi, MH

Dua Jam Bersama Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Drs Armia Pahmi, MH
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol ( P) Drs Armia Pahmi, MH berpose bersama sejumlah warga yang sedang membersihkan lumpur di rumah warga di Kampung Bukit Tempurung, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (7/1).Waspada.id/Muhammad Hanafiah
Kecil Besar
14px

Rabu (7/1/2026) pagi, Waspada.id baru saja pulang memantau situasi dan kondisi pascabanjir di Kecamatan Rantau, tiba-tiba hand phone (HP) Waspada.id ada nada dering panggilan masuk, ternyata panggilan dari Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH.

Waspada.id pun bergegas datang menemui jenderal bintang dua itu yang kebetulan lagi berada di Bukit Tempurung. Kami berdua terus pergi melangkah menelusuri badan Jalan Kota Kualasimpang –Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang yang masih banyak perlu dibereskan pascabanjir Aceh Tamiang tahun 2025 yang telah memporak-porandakan kabupaten itu.

Kami meninjau drainase yang masih belum berfungsi maksimal karena masih dipenuhi lumpur sehingga air dari arah Kota Kualasimpang tidak bisa mengalir lancar karena drainase di kawasan Kampung Bukit Tempurung, Kabupaten Aceh Tamiang masih penuh lumpur bersarang di plat beton di depan rumah toko dan rumah warga di kawasan itu.

“Drainase di kawasan ini harus dibereskan, lumpurnya harus diangkut untuk dibuang supaya air lancar mengalir masuk sampai ke Alur Titi Putih,” ucap bupati.

Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol ( P) Drs Armia Pahmi, MH sedang berdialog dengan seorang ibu yang rumahnya masih berlumpur di Gang Sempurna, Bukit Tempurung, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (7/1). Waspada.id/Muhammad Hanafiah

Menurut Armia, jika drainase masih penuh lumpur, maka sangat sulit bagi warga Bukit Tempurung dan warga Kampung Kota Lintang yang merupakan tetangga sebelah Kampung Bukit Tempurung, Kecamatan Kota Kualasimpang, karena air dari pemukiman rumah warga Kota Lintang juga mengalir ke Bukit Tempurung.

Bupati Aceh Tamiang juga masuk ke sejumlah gang untuk melihat kondisi dan situasi pemukiman rumah warga. ”Alat berat harus didatangkan ke jalan Tanjung Rambut untuk membuka selokan yng penuh lumpur supaya air bisa mengalir ke drainase dekat taman Setapak Air, sehingga badan jalan tidak digenangi air campur lumpur dan warga juga bisa membuang lumpur yang ada di halaman dan dalam rumah jika selokan setelah dikeruk bisa berfungsi,” ungkapnya.

Pemandangan yang sama juga terlihat ketika kami meninjau gang lainnya, badan jalan masih digenangi air, banyak sampah dan lumpur, sehingga warga juga kesulitan untuk membersihkan rumah yang berlumpur sangat tebal. ”Situasi dan konsinya sangat parah ini, alat berat harus segera diterjunkan ke kawasan ini supaya warga tidak menderita,” ujar Armia ketika menelusuri Gang Kurnia, Bukit Tempurung.

Bupati Aceh Tamiang yang menjumpai sejumlah warga yang dikunjungi minta agar warga bersabar karena situasi dan kondisi ini tetap akan dibereskan, hanya saja perlu waktu dan satu-persatu karena semua orang minta air yang masih tergenang, sampah dan lumpur yang masih menumpuk di lingkungannya segera ditangani .

Sejumlah warga yang ditemui Bupati juga sangat memahami tentang situasi dan kondisi daerah yang sedang dihadapi Kabupaten Aceh Tamiang karena hampir semua kawasan situasi dan kondisinya memang parah akibat terjadinya banjir pada November 2025.

“Ya Pak…. kami tetap sabar dan kami juga berharap Pak Bupati membantu kami untuk menyelesaikan situasi dan kondisi yang dihadapi warga,” ucap sejumlah warga sambil foto bareng dengan Bupati Aceh Tamiang.

Armia menegaskan, dirinya akan segera mendatangkan alat berat untuk membantu warga dalam membersihkan sampah dan lumpur .

Selain itu, Armia juga kepada Waspada.id menjelaskan, kawasan badan jalan Kualasimpang-Rantau yang masih digenangi air dan lumpur di Kampung Benua Raja, Kecamatan Rantau akan segera dituntaskan. “Saya sudah instruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Aceh Tamiang agar segera mendatangkan alat berat untuk membuka aliran air agar bisa mengalir ke Alur Titi Putih supaya masyarakat yang melintasi jalan merasa nyaman dan tidak kesulitan melintas,” ungkapnya.

Menurut Armia, semua kawasan yang masih ada sampah dan lumpur tetap diupayakan untuk membersihkannya agar masyarakat merasa nyaman dan bisa membuang lumpur yang ada di rumah.

Kalau tempat pelayanan publik seperti pasar, kantor pemerintah, sekolah, rumah sakit umum dan masjid/mushala serta lain-lain tentu saja Pemkab Aceh Tamiang bersama TNI/Polri serta ada juga relawan lainnya yang ikut membantu membersihkannya.

Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs Armia Pahmi, MH sedang melewati genangan lumpur dan sampah yang masih berserak di salah satu Gang di Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (7/1).Waspada.id/Muhammad Hanafiah

Terkait pendataan warga yang terdampak banjir Aceh Tamiang agar mendapat bantuan rumah hunian sementara dan rumah hunian tetap, ada Datok Penghulu Kampung (Kepala Desa) bersama perangkat kampung yang melakukan pendataan.

“Saya juga sudah mengimbau kepada camat dan Datok Penghulu Kampung agar pendataan dilakukan seara objektif karena hal ini sangat sensitif jangan asal-asal melakukan pendataan. Nanti bakal ada tim yang akan melakukan verifikasi terkait data usulan bagi warga terdampak banjir untuk mendapat bantuan, termasuk bantuan UMKM, warga terdampak banjir bisa datang melakukan pendaftaran di Diskoperindag Aeh Tamiang,” tegasnya.

Sedangkan tentang adanya insfrastruktur kantor atau publik yang rusak, nanti akan dilakukan program pembangunan. “Saya sudah bicarakan hal itu dengan Pemerintah Pusat agar disediakan anggarannya dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Aceh,” ujar Armia.

Selain itu, imbuh Bupati, terkait untuk meminimalisir banjir Aceh Tamiang pada masa mendatang akan dilakukan pengerukan sungai Tamiang dimulai pada Februari 2026. Pengerukan dimulai dari Muara dekat bibir pantai laut terus ke sungai Tamiang.

“Kami bersama Menhan dan pihak terkait lainnya sudah melakukan peninjauan beberapa hari yang lalu,” ujar Armia sambil menunjukkan foto dirinya bersama rombongan meninjau lokasi pengerukan sungai yang dimulai dari muara di kawasan Kuala Peunaga, Kecamatan Bendahara terus ke Sungai Tamiang.

Bupati Aceh Tamiang juga yakin melalui program-program recovery (pemulihan) pascabanjir 2025, Kabupaten Aceh Tamiang akan pulih dan bangkit lagi ke arah yang lebih baik.

“Tentu saja untuk bangkit kembali perlu dukungan dari semua pihak agar Kabupaten Aceh Tamiang bisa bangkit, demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Aceh Tamiang,“ pungkas Armia mengunci penjelasannya kepada Waspada.id. Muhammad Hanafiah/WASPADA.id

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE