Dukung Kurikulum Merdeka, BKPRMI Ajak Siswa Belajar Ke Masjid

- Aceh
  • Bagikan
Dukung Kurikulum Merdeka, BKPRMI Ajak Siswa Belajar Ke Masjid
DINUL ISLAM: Sekretaris Umum DPD BKPRMI Aceh Timur, H. Muhammad Ishak, mengisi materi Dinul Islam di SMAN 1 Idi, Aceh Timur, Jumat (22/3). Waspada/Musyawir

IDI (Waspada): Dalam mendukung dan mewujudkan Kurikulum Merdeka, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) mengajak guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan siswa/i untuk menjadikan masjid sebagai alternatif belajar di luar kelas. Hal itu sebagai wujud dari jiwa seorang muslim dalam memakmurkan masjid dalam mengembangkan Merdeka Belajar.

“Belajar itu tidak mesti di ruang kelas, tapi juga bisa belajar di masjid, karena masjid bukan hanya sebatas tempat salat, tapi masjid juga sebagai lokasi untuk belajar agama dan mengaji sambil ber’itikaf,” kata Sekretaris Umum DPD BKPRMI Aceh Timur, H Muhammad Ishak, ketika mengisi Dinul Islam di SMAN 1 Idi di Idi Rayeuk, Jumat (22/3).

Dijelaskan, sudah saatnya kaum milenial muslim kembali ke masjid, karena masjid adalah wadah atau tempat berkumpulnya pemuda dan remaja. Bahkan alumni Dayah Darussa’adah Idi Cut ini membuka kesempatan terhadap pelajar untuk bergabung dalam BKPRMI.

“Kehadiran pemuda dan remaja di masjid tentu akan berdampak positif, sehingga menjadi kebiasaan dengan harapan mampu menciptakan generasi yang islami,” kata H Muhammad Ishak, seraya meminta guru PAI agar menjadikan masjid atau musalla sebagai tempat belajar khusus Pendidikan Agama Islam (PAI).

Belakangan tidak sedikit pemuda dan remaja menjadi kafe atau warung kopi sebagai tempat mangkal, padahal justru masjid harus dijadikan sebagai tempat berkumpul dengan berbagai kegiatan yang sifatnya Islami. “Ada beberapa jurus agar pemuda cinta masjid, diantaranya bermain dan bersantai ke halaman masjid pada sore hari dengan membawa keluarga dan mengajak kawan-kawan sekolah,” kata H Muhammad Ishak.

Ketika bermain di masjid, maka sudah menjadi kewajiban tidak mengotori masjid dan menjadi kebersihan masjid dengan membuang sampah makanan dan minuman ke tong sampah. Meskipun hanya sebatas selfie di depan masjid, namun pelajar yang datang dan masuk ke pekarangan masjid harus mengenakan pakaian muslim/muslimah.

Agar pelajar terbiasa ke masjid, BKPRMI mengajak agar masjid dijadikan titik kumpul para siswa/i saat mengerjakan PR dan pertemuan-pertemuan OSIS, karena Nabi Muhammad SAW menjadikan masjid sebagai sarana musyawarah dan bermufakat, pembahasan strategi perang dan bicara soal usaha.

“Saat masjid dijadikan sentral, maka tentu masjid akan lebih makmur, apalagi di masjid memiliki Remaja Masjid dan BKPRMI yang aktif dengan kegiatannya, seperti kegiatan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) dan aneka perlombaan dan pengkaderan lainnya,” ujar H Muhammad Ishak, seraya berharap siswa ikut memakmurkan masjid selama Ramadan. (b11)

  • Bagikan