SUBULUSSALAM (Waspada.id): Sebanyak empat titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di tiga kecamatan di Kota Subulussalam dalam tiga hari berturut, mulai Sabtu hingga Senin (24-26/1). Peristiwa ini diakui Kabid Damkar BPBD Kota Subulussalam, Madin Cibro, cukup melelahkan bagi timnya.
Kejadian terakhir terjadi pada hari Senin (26/1) sekitar pukul 12.15 WIB, yakni kebakaran hutan lindung seluas sekitar 30 meter persegi di Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, tepat di area kedabuhen sepanjang Jalan Nasional Subulussalam yang menghubungkan Aceh dan Pakpak Bharat, Sumatera Utara.
“Mendapat laporan dari warga jam 12.30 WIB, dua tim damkar dengan kekuatan 16 personel gerak cepat turun ke TKP. Jam 12.43 WIB tiba di TKP dan dalam hitungan 45 menit api berhasil dipadamkan,” ujar Madin melalui pesan WhatsApp, menambahkan bahwa pemadaman juga dibantu oleh Bhabin Kamtibmas Polsek Penanggalan dan Babinsa Kodim 0118 Subulussalam.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 16.35 WIB, terjadi kebakaran di komplek SMAN Unggul Subulussalam, sisi samping asrama putra, Desa Sikalondang, Kecamatan Simpang Kiri. Tim menerima laporan sekitar pukul 16.40 WIB dan menurunkan dua unit armada damkar dengan 15 personel, yang berhasil memadamkan api dalam waktu lebih dari satu jam. “Lahan terbakar sekitar satu hektar, nama pemilik belum terkonfirmasi,” jelasnya.
Sebelumnya, pada Minggu (25/1) sekitar pukul 14.00 WIB, terjadi kebakaran lahan kebun sawit di Desa Pasar Panjang, Kecamatan Simpang Kiri. Satu unit armada dengan delapan personel ditempatkan untuk menangani kejadian tersebut. “Lahan sawit milik warga Usuluddin yang terbakar seluas kurang lebih 1,5 hektare,” kata Madin.
Kejadian pertama terjadi pada Sabtu (24/1) di Desa Oboh, Kecamatan Rundeng, yang menghanguskan lahan kebun warga seluas lebih dari enam hektare. Untuk pemadaman pada kejadian tersebut, personel damkar menggunakan mesin tembak alkon.(id03)










