Fachrul Razi Apresiasi Gakkumdu Bireuen Karena Banyak Caleg Begal APBN Untuk Kampanye

- Aceh
  • Bagikan
Fachrul Razi Apresiasi Gakkumdu Bireuen Karena Banyak Caleg Begal APBN Untuk Kampanye

Karena dikenal ramah, seorang pelajar SMP meminta foto bersama Anggota DPD RI asal Aceh Fachrul Razi MIP ketika berkunjung di Kota Lhokseumawe, Rabu (7/2). Waspada/Zainuddin. Abdullah

LHOKSEUMAWE (Waspada): Anggota DPD RI asal Aceh Fachrul Razi MIP mengapresiasi kinerja Gakkumdu di Kab. Bireuen yang telah menetapkan dua oknum Caleg sebagai tersangka pelanggaran Pemilu dengan membagikan-bagikan ricecooker kepada warga.

Hal itu diungkapkan Fachrul Razi ketika menjawab konfirmasi jurnalis terkait aksi caleg yang begal APBN, ketika berkunjung ke Kota Lhokseumawe, Rabu (7/2)

Dikatakan banyak oknum Caleg sekarang yang membodohi rakyat secara sistematis, terstruktur dan massif dengan cara memanipulasi APBN di kementerian, disulap menjadi program kampanye.

“Ini berbahaya dalam rangka demokrasi, rakyat dibuat bergantung dengan belanja politik itu. maka cara yang mudah dilakukan oknum petahana adalah uang Negara dengan dalih bantuan. Faktanya ini berasal dari kementerian, dibuat jadi atas nama pribadi, ini sangat berbahaya,” ungkap Fachrul Razi.

Ia menerangkan dalam konteks demokrasi , semua kandidat sama berada dalam titik nol, namun petahana masih berkuasa start lebih dulu berkampanye membagikan uang Negara dengan angka fantastis puluhan miliar.

“Saya di komisi I DPD RI akan melaporkan temuan di lapangan ini, begal anggaran rakyat dan terindikasi korupsi, kita akan proses secara hukum. Maka kita minta partisipasi masyarakat penerima bantuan rumah atau bantuan rehab rumah yang bermasalah, segera melapor ke kepolisian terdekat,” tegasnya.

Pihaknya akan menggunakan hak pengawasan DPD RI secara hukum, dan sejauh ini, dirinya sudah membuktikan seperti perkara pembegalan APBA, karena tahun sebelumnya banyak ada Otsus Aceh dibegal, dan kali ini APBN digunakan untuk kampanye politik 2024.

Fachrurrazi mengaku di Aceh, kasus begal APBN untuk kampanye masih banyak terjadi di Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, Bireuen , Bener Meriah, Aceh Timur dan Aceh Tengah.

Modusnya, hanya diiming-imingi uang pada hari pencoblosan, diberi secara kes dan diberikan bantuan bersumber dari dana kementerian dan jumlahnya sangat besar, ini jelas korupsi.

“Caleg-caleg itu panik, mereka gunakan cara singkat karena waktunya sudah sangat dekat, caranya ya gunakan uang Negara, dan kedaulatan rakyat berdemokrasi dihargai dengan bantuan-bantuan kecil seperti diberi ricecooker, uang dan logistic lain seakan-akan itu semuanya bersumber dari uang pribadi, padahal bukan,” paparnya.

Ia berharap aksi caleg begal APBN tidak dijadikan narasi positif, karena banyak bantuan yang disalurkan malah menimbulkan konflik sosial, karena ada yang lebih berhak menerima bantuan malah tidak mendapatkan apa-apa. (b09)

  • Bagikan