ACEH TAMIANG (Waspada.id): Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon,SH menyampaikan, bahwa peran dan fungsi lembaga yang dipimpinnya tersebut tetap fokus serta konsisten dalam menyahuti berbagai persoalan di tengah-tengah masyarakat. Terlebih kondisi pascabencana banjir bandang yang saat ini menjadi perhatian pihaknya.
“Langkah awal saat ini, bahwa pimpinan dan anggota Dewan sudah menyusun agenda rapat koordinasi untuk membahas beberapa permasalahan yang kini menjadi keluhan ditengah-tengah masyarakat,” kata Fadlon, Ketua DPRK Aceh Tamiang pada Rabu (28/1).
Fadlon menyebutkan, pada Jumat, 30 Januari 2026 akan berlangsung rapat koordinasi tersebut dengan membahas permasalahan tentang bantuan rumah terhadap masyarakat penyewa rumah yang menjadi korban banjir akhir tahun 2025 lalu. “Termasuk juga bantuan – bantuan lainnya terkait banjir bandang,” ujarnya.
Diakuinya, kritikan atau saran-saran yang disampaikan oleh masyarakat terhadap DPRK Aceh Tamiang harus diterima dengan lapang dada, sebelumnya secara kelembagaan pascabencana banjir memang belum bisa berjalan secara maksimal.
“Tapi, saat ini sejumlah keluhan masyarakat telah ditampung dan Dewan akan menjalankan perannya sebagai wakil rakyat,” ucap Fadlon, politisi Partai Aceh.
Bahkan seiring waktu berjalan, secara kelembagaan yakni melalui Komisi-Komisi yang berada di DPRK Aceh Tamiang akan menjalankan tugas dan fungsinya, fokus utama sekarang ini adalah pengawasan terhadap penanganan pascabencana banjir yang dilaksanakan pemerintah, di samping tugas-tugas lainnya untuk kepentingan daerah.
“DPRK Aceh Tamiang membuka ruang bagi siapapun masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya,” terang Fadlon.
Karena itu, Fadlon mengharapkan kepada seluruh masyarakat Aceh Tamiang jika ada aspirasinya atau permasalahan dalam penanganan pascabencana banjir agar bisa menyampaikan ke DPRK.
“Aspirasi masyarakat nantinya kita tampung dan dibahas secara internal dan memanggil para pihak yang terkait permasalahan yang disampaikan oleh masyarakat,” ujarnya.(id76)











