ACEH TAMIANG (Waspada.id): Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengirimkan Tim Medis Tanggap Darurat Bencana ke Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat pascabencana banjir. Kegiatan ini berlangsung selama 11 hari, pekan lalu, dengan dukungan pendanaan dari Hibah Kemdikti Saintek.
Sebanyak 75 personel diterjunkan dalam misi kemanusiaan ini, terdiri atas 26 dokter umum, 24 dokter spesialis, dan 25 mahasiswa pendidikan profesi dokter.
Tim memberikan pelayanan kesehatan di sejumlah desa terdampak, yakni Desa Babo, Desa Alur Jambu, dan Desa Bengkelang, serta melayani warga dari desa sekitar yang mengalami keterbatasan akses layanan kesehatan akibat kerusakan infrastruktur jalan.
Layanan medis yang diberikan mencakup pemeriksaan umum, pelayanan kesehatan 24 jam di Puskesmas Pembantu Desa Alur Jambu, serta kunjungan rumah bagi warga yang tidak mampu datang ke posko kesehatan.
FKIK UMSU juga menghadirkan layanan dokter spesialis, antara lain spesialis kebidanan dan kandungan, anak, penyakit dalam, paru, kulit, THT, dan kejiwaan. Pemeriksaan skrining penyakit kronis seperti diabetes, asam urat, dan kolesterol turut dilakukan secara berkelanjutan.
Selain pelayanan medis, tim FKIK UMSU menyalurkan bantuan logistik berupa makanan bergizi untuk balita dan ibu hamil, kurma, madu, serta air bersih. Kegiatan trauma healing bagi anak-anak juga dilaksanakan melalui aktivitas edukatif dan rekreatif untuk membantu pemulihan psikologis pascabencana.
Edukasi kesehatan terus diberikan kepada masyarakat, khususnya terkait perilaku hidup bersih dan sehat, penggunaan masker di lingkungan berdebu pascabanjir, serta pengenalan gejala stres dan kecemasan agar masyarakat mampu melakukan pencegahan dini.
Selama pelaksanaan kegiatan, tercatat 885 warga Kecamatan Bandar Pusaka mendapatkan layanan kesehatan. Penyakit terbanyak yang ditemukan meliputi infeksi saluran pernapasan akut, diare, serta penyakit kronis. Pelayanan berkelanjutan selama 11 hari dinilai efektif dalam menekan angka penyakit infeksi dan membantu pengendalian penyakit kronis.
Masyarakat setempat menyampaikan apresiasi dan rasa terbantu atas kehadiran tim medis FKIK UMSU. Meski demikian, keterbatasan air bersih, kondisi hunian darurat, dan debu sisa banjir masih menjadi tantangan pemulihan kesehatan warga. Masyarakat berharap kondisi segera pulih agar aktivitas dapat kembali berjalan normal. (id06/rel)











