Gampong PB Seuleumak Sosialisasi Adat Istiadat Dan Adat Perkawinan

- Aceh
  • Bagikan
Gampong PB Seuleumak Sosialisasi Adat Istiadat Dan Adat Perkawinan
Ketua MAA Langsa Drs H Mursyidin Budiman saat menyampaikan materi sosialisasi Adat di Gampong Paya Bujok Seleumak. (Waspada/Ibnu Sa'dan)

LANGSA (Waspada): Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Langsa, Drs. H Mursyidin Budiman, mengapresiasi langkah positif Pemerintah Gampong Paya Bujok Seuleumak yang telah menggelar kegiatan sosialisasi adat-istiadat dan adat perkawinan.

Acara yang berlangsung, Sabtu (2/12) di aula Kantor Geuchik setempat itu dibuka Keuchik Gampong Paya Bujok Seulemak diwakili oleh Sekdes dengan 25 peserta yang terdiri dari perangkat Gampong, Kepala Dusun, Imam Dusun, Imam Syik, Ibu-ibu PKK, dan tokoh adat gampong.

Ketua MAA Kota Langsa menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menjadi wadah untuk memahami adat-istiadat dan adat perkawinan, tetapi juga sebagai upaya mempererat jalinan kebersamaan dalam masyarakat.

“Gampong Paya Bujok Seuleumak telah memberikan contoh yang baik dalam melestarikan dan menghormati warisan budaya,” ujar Drs. H Mursyidin Budiman.

Dalam kegiatan tersebut para peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai adat yang telah menjadi bagian integral dari identitas masyarakat Aceh.

Melalui kegiatan ini, kata Mursyidin, diharapkan generasi muda dapat menghargai dan menjaga tradisi leluhur, menjadikan mereka sebagai pilar utama keberlanjutan kearifan lokal.

Gampong PB Seuleumak Sosialisasi Adat Istiadat Dan Adat Perkawinan
Para peserta sosialisasi Adat Gampong Paya Bujok Seuleumak antusias menyimak materi yang disampaikan. (Waspada/Ibnu Sa’dan)

Dengan sosialisasi ini, kata dia, menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga dan merawat budaya lokal.

Selain itu, partisipasi aktif para tokoh adat dan perangkat gampong menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat fondasi kehidupan beradat.

Pemerintah Gampong Paya Bujok Seuleumak, kata Sekdesnya, berharap bahwa kegiatan serupa akan terus diadakan sebagai langkah preventif dalam menghadapi arus globalisasi yang dapat mengancam keberlangsungan budaya lokal.

Dengan semangat gotong-royong, katanya, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menjaga keunikan dan kekayaan budaya yang dimiliki.

Acara ini tidak hanya merupakankontribusi positif Gampong Paya Bujok Seuleumak untuk masyarakatnya sendiri, tetapi juga memberikan inspirasi bagi gampong-gampong lain di Aceh untuk melakukan langkah serupa.

Melalui inisiatif seperti ini, diharapkan keberagaman budaya Aceh dapat tetap berkembang dan dilestarikan demi generasi yang akan datang.(b12)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *