Gempar, Dokter Diduga Pakai Ijazah Palsu Di Agara

  • Bagikan
Gempar, Dokter Diduga Pakai Ijazah Palsu Di Agara
Ilustrasi ijazah palsu.

KUTACANE (Waspada): Seorang oknum PNS yang telah bertugas di Puskesmas Suka Makmur, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara (Agara) diduga memakai Ijazah palsu. Nomor Induk Mahasiswa (NIM) miliknya, disebut-sebut bukan hasil prodi pendidikannya.

Terungkap dan mulai menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat luas setelah dibeberkan oleh salah satu sumber yang minta jati dirinya dirahasiakan, Senin (11/12). Menurutnya, oknum PNS angkatan tahun 2018 yang berstatus dokter di Puskesmas tersebut, NIM hasil prodi pendidikan yang diajukan pada pengangkatan dirinya sebagai PNS di Kabupaten Aceh Tenggara, bukan miliknya.

Hal itu sesuai dengan hasil konfirmasi yang dilakukan sumber terhadap pemilik nomor induk mahasiswa tersebut. “Saya sudah langsung tanyakan kepada pemilik NIM, dan telah melacak website PDDikti tempat akhir ia menempuh pendidikan,” katanya.

Dari hasil konfirmasi, kata sumber, pemilik NIM mengaku bahwa NIM milik dr. IMK sama persis dengan NIM miliknya. Yang mana, dia adalah lulusan dari Universitas Islam Sumatera Utara pada tahun 2009.

Sedangkan, dari hasil lacakan pada website PDDikti, dr. IMK, terakhir menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Abulyatama Aceh dengan jenjang S 1 pada Semester ganjil tahun 2006 berstatus sebagai mahasiswa yang mengundurkan diri.

Menurut sumber, dokter IMK yang diduga gadungan itu sudah 5 tahun melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Di mana nota bene dia bukan dokter tapi selama ini melakukan pelayanan di puskesmas sebagai dokter, apakah tidak membahayakan nyawa masyarakat setempat?”, tanya sumber.

Dikatakan, hal ini menunjukkan lemahnya pengawasan BKD, dalam pemeriksaan berkas calon PNS kenapa ijazah palsu bisa lolos dan ikut test CPNS. “Menurut hemat kami, selama ini BKD Agara sudah tahu sebenarnya, tapi melakukan pembiaran tanpa melakukan pemberhentian kepada dokter gadungan tersebut, harusnya dengan data yang ada, yang bersangkutan sudah ditarik dari Puskesmas”.

“Tidak melakukan pelayanan kontak langsung kepada masyarakat, kalau Pemda tidak berani memberhentikan statusnya sebagai PNS atau jangan-jangan ini ada kerja sama dengan BKD daerah dalam meloloskan dr gadungan tersebut menjadi PNS, perlu penyelidikan dari aparat penegak hukum untuk itu,” harapnya.

Sementara, Plt. Kadis Kesehatan Aceh Tenggara, dr. Heri Al Hilal saat dihubungi Waspada. id, Senin (11/12) siang lewat WhatsApp mengatakan singkat, “besok kita surati secara tertulis ke BKPSDM”.

Menyikapi hal tersebut, Kepala BKPSDM Aceh Tenggara Masudin saat dihubungi mengaku sedang di kantor bupati. “Baru selesai rapat sama Pj Bupati, jam 2 nanti ke kantor DPRK rapat juga, gemana itu.. pagi tadi aku menunggu Senine (Saudara),” ujarnya.

Sementara itu, IMK saat dihubungi Senin (11/12) pukul 18.15 WIB gagal dikonfirmasi, HP yang bersangkutan tidak aktif.

Menurut sumber lain, handphone dr IMK dari tadi malam hingga tadi pagi masih aktif. “Kabarnya yang bersangkutan sudah melarikan diri,” sebutnya. (cseh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *