GPM Di Kepulauan Terluar Aceh Singkil

Stabilisasi Pasokan Menjelang Nataru

  • Bagikan
GPM Di Kepulauan Terluar Aceh Singkil
Kerja lembur Tim GPM Dinas Pangan Aceh Singkil melayani penjualan sembako murah masyarakat, di wilayah kepulauan terluar Kabupaten Aceh Singkil, Sabtu (9/12/2023). Waspada/Ariefh

SINGKIL (Waspada): Tim gerakan pangan murah (GPM) Dinas Pangan Kabupaten Aceh Singkil, mensiagakan sebanyak 700 paket sembako, untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di kepulauan terluar dan terpencil Aceh Singkil.

Mengarungi gelombang lautan selama sekitar 4 jam, dengan armada Kapal Feri Aceh Hebat 3, Tim GPM Aceh Singkil membawa ratusan paket sembako guna menstabilkan pasokan dan harga bahan pangan menjelang Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru), di wilayah kepulauan terluar, Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil.

Meski dengan kondisi banjir meninggalkan keluarga tercinta menuju pulau terpencil, di ujung sebelah barat Pulau Sumatra, yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, namun semangat Tim GPM tak pernah surut untuk melayani kebutuhan pangan masyarakat 3 desa. Meliputi Desa Teluk Nibung, Desa Pulau Balai dan Desa Pulau Baguk.

Sejak sore dibukanya stand GPM, Tim GPM terus berjibaku hingga malam pukul.23:00 WIB menghabiskan penjualan paket sembako murah tersebut kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pangan Abdul Haris SP MM yang dikonfirmasi Waspada.id, Minggu (10/12) mengungkapkan, Tim GPM yang mendarat di Pulau Banyak, Sabtu (9/12) sekitar pukul.15:00 WIB setelah mengarungi gelombang laut, tetap semangat dan langsung membuka stand GPM di Desa Pulau Balai Kecamatan Pulau Banyak.

Masyarakat tetap antusias rela mengantre untuk mendapatkan paket sembako murah tersebut hingga tuntas menjelang tengah malam sekitar pukul 23:00 WIB.

GPM Di Kepulauan Terluar Aceh Singkil

“Alhamdulillah meski kerja lembur, namun kami sangat puas bisa melayani masyarakat yang membutuhkan sembako murah tersebut. Meski sampai malam mereka tetap betah menunggu,” ucap Haris.

Haris menambahkan, untuk pelayanan GPM ini Dinas Pangan tetap memberlakukan kebijakan satu harga. Yakni 5 jenis bahan pokok, beras, telur, gula, tepung terigu dan minyak goreng. “Satu paket tetap kami jual dengan harga Rp215 ribu sama dengan di daratan,” terang Haris.

Kepala Desa Teluk Nibung Afriadi Yasnur dikonfirmasi Waspada.id berharap agar GPM tersebut bisa terus berlanjut dilaksanakan di Pulau Banyak.

Sebab di samping harganya murah, kualitas bagus sehingga membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di Pulau Banyak ini.

“Apalagi ekonomi masyarakat saat ini sedang melemah, karena harga ikan sedang anjlok. Sehingga pemasukan nelayan menurun,” ucap Afriadi.

Dijelaskannya, warga Desa Teluk Nibung mendapat jatah sebanyak 200 paket sembako. “Dan paket sembako langsung kami jemput dari Desa Teluk Nibung perjalanan sekitar 20 menit dengan boat kayu nelayan”.

Sehingga, lanjutnya, memudahkan masyarakat untuk pendistribusiannya, dan mereka tidak perlu harus naik robin lagi dan mengantre sampai malam untuk mendapatkan paket sembako murah tersebut.

“Karena jalan darat dari Pulai Balai ke Teluk Nibung belum bisa dilalui, jadi harus naik bot atau robin menuju kecamatan,” ucapnya.

Afriadi berharap agar GPM bisa kembali masuk saat menjelang Ramadhan mendatang. (b25)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *