BLANGPIDIE (Waspada.id): Ketua DPRK Aceh Barat Daya (Abdya), Roni Guswandi, menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Prajurit Kepala (Praka) Farizal Romadhon, 28, personel Batalyon Infanteri Raider Khusus 113/Jaya Sakti, saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan.
“Almarhum gugur dalam tugas menjaga perdamaian dunia. Ini adalah bentuk pengabdian yang tidak semua orang mampu jalani,” ujarnya, Selasa (31/3).
Ia menilai kepergian almarhum merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan satuan, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Harapan turut disampaikan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Peristiwa tersebut terjadi di Distrik Marjayoun, Lebanon Selatan, Minggu (29/3) pukul 20.44 waktu setempat atau Senin (30/3) dini hari WIB, saat posisi penjagaan pasukan perdamaian Indonesia, terdampak serangan artileri di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Berdasarkan keterangan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), proyektil meledak di sekitar Desa Adchit al-Qusayr, wilayah yang dikenal rawan konflik.
Ledakan tersebut menyebabkan Praka Farizal Romadhon gugur dalam tugas, menegaskan kembali tingginya risiko yang dihadapi prajurit dalam misi perdamaian internasional.
Gugurnya prajurit ini juga menjadi kehilangan bagi jajaran Kodam Iskandar Muda, sekaligus mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pengabdian almarhum menjadi simbol dedikasi tanpa batas, bahwa di balik misi perdamaian, terdapat pengorbanan nyata yang tidak sedikit, bahkan hingga nyawa.(id82)












