KUALASIMPANG (Waspada.id): Hampir dua bulan setelah banjir melanda Kabupaten Aceh Tamiang jelang akhir November 2025, Kampung Mekar Jaya, Kecamatan Rantau, hingga kini masih dalam kondisi babak belur. Rumah warga tetap digenangi air, lumpur, dan sampah, sementara lahan persawahan yang sudah ditanami padi selama dua bulan gagal panen.
Pantauan pada Rabu (14/1) menunjukkan warga tengah berjuang membersihkan sampah dan lumpur dari halaman serta dalam rumah mereka. Lahan pertanian yang seharusnya siap panen kini terendam lumpur akibat banjir.
Namun demikian, badan jalan utama di kampung tersebut sudah bersih dari sampah dan lumpur, sehingga transportasi berjalan lancar.
Datuk Penghulu Kampung Mekar Jaya, Sofyan, mengkonfirmasi kondisi tersebut kepada Waspada.id. Menurutnya, lahan persawahan yang gagal panen telah dicatat dalam laporan yang telah dia kirimkan kepada pihak Kecamatan dan Kabupaten Aceh Tamiang, bersama data warga terdampak dan fasilitas publik yang rusak.
“Saya sudah laporkan data warga terdampak banjir dan juga lahan persawahan yang gagal panen serta fasilitas publik yang terdampak banjir kepada pihak Kecamatan dan Kabupaten Aceh Tamiang,” ujarnya.
Sofyan yang didampingi Ketua Majelis Duduk Setikar Kampung (MDSK) Basri mengungkapkan harapan akan bantuan alat berat untuk membersihkan kampung. Selain itu, mereka juga meminta Pemkab Aceh Tamiang membantu mendatangkan mobil penyedot tinja, mengingat semua WC warga tersumbat lumpur akibat banjir dan tidak dapat digunakan lagi.(id93)










