KUALASIMPANG (Waspada.id): Hampir dua bulan pascabanjir Kabupaten Aceh Tamiang yang terjadi jelang akhir November 2025, kini pada pertengahan Januari 2026 situasi dan kondisi Kampung Landuh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang masih kupak-kapik digenangi air dan lumpur serta sampah yang menggunung.
Pantauan Waspada.id, Kamis (15/1), tampak sejumlah kawasan di Kampung Landuh masih kupak-kapik, badan jalan masih digenangi air, pemukiman rumah warga masih digenangi air, banyak lumpur dan sampah yang menggunung di sejumlah titik lokasi di kampung yang berbatasan dengan Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang dan Kampung Benua Raja, Kecamatan Rantau.

Hasil pantauan Waspada.id, air, lumpur dan sampah masih berserakan di Komplek Perumahan GRR Kampung Landuh. Selain itu, kawasan di Jalan Garuda dan Jalan Astana Ria serta lokasi lainnya juga masih tampak rumah warga yang digenangi air, lumpur dan sampah.
Pemandangan lainnya juga terlihat rumah-rumah warga yang hancur akibat banjir yang terjadi jelang November 2025. Begitu juga komplek sekolah SDN 2 Kualasimpang yang berlokasi di Kampung Landuh itu juga masih banyak lumpur dan sampah.
Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Landuh Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Helmi ketika dikonfirmasi Waspada.id melalui telepon, Kamis (15/1), mengakui di Kampung Landuh di sejumlah lokasi masih digenangi air, lumpur dan sampah akibat terjadi banjir Aceh Tamiang tahun 2025. Dia juga menjelaskan, dirinya sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak Kecamatan Rantau.

Menurut Helmi, ketika terjadi banjir Aceh Tamiang tahun 2025, Kampung Landuh juga sangat parah dilanda banjir. Puluhan rumah warga hanyut, ada ratusan rumah warga yang rusak berat dan ratusan lagi yang rusak ringan.
“Saya bersama perangkat kampung sudah melakukan pendataan terkait hal tersebut dan saya juga sudah membuat laporan secara resmi kepada camat Rantau,” tegas Helmi. (id93)
















