AcehEkonomi

Harga BBM Di Agara Meroket

Harga BBM Di Agara Meroket
Pengendara roda, roda tiga dan roda empat, antre menunggu mengisi BBM di SPBU Lawe Kihing Kecamatan Bambel. Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

KUTACANE (Waspada.id): Kendati mulai dipasok ke beberapa SPBU, namun harga bahan bakar mingak (BBM) di Aceh Tenggara masih meroket.

Meroketnya harga BBM dalam beberapa hari terakhir, menyusul minimnya pasokan dari Pertamina. Akibatnya, BBM jadi langka dan menghilang dari bumi Sepakat Segenep.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

IKLAN

Pantauan Waspada.id, Sabtu ( 29/11) di SPBU Lawe Kihing Kecamatan Bambel, sekira pukul 16.00 WIB, ratusan kenderaan roda dua, roda tiga dan roda empat antre menunggu di jalan raya dan di SPBU untuk mengisi BBM jenis pertalite, pertamax dan solar.

Antrean yang sama terjadi di SPBU Lawe Desky, kendati tak seramai di SPBU Lawe Kihing, sedangkan SPBU Kampung Melayu beberapa hari tutup karena tak ada pasokan BBM.

Sementara di galon pengecer juga banyak yang tutup, kendati ada beberapa pengecer yang buka meski hanya beberapa puluh menit saja. Namun harga pertalite per liternya mencapai Rp20 ribu sampai Rp27 ribu.

Untuk pertamax per liternya dijual seharga Rp25 ribu sampai Rp30 ribu, demikian juga pertamax turbo yang per liternya dijual Rp25 ribu sampai Rp30 ribu.

Penjualan BBM di kios galon pengecer yang ada pun tak sampai satu jam, karena diserbu warga yang membutuhkan BBM yang semakin langka menyusul musibah banjir yang merata terjadi di seluruh Aceh Tenggara.

Jamrin, warga yang ditemui Waspada.id mengaku, merasa miris dan kecewa melihat langka dan mahalnya harga BBM saat ini, di tengah padat dan sibuknya jadwal warga bepergian antarwilayah.

Pasalnya, sebagian besar warga sangat membutuhkan silaturrahmi membesuk keluarga mereka yang tertimpa musibah banjir di Kecamatan Ketambe, Babul Makmur, Bambel, Babussalam, Lawe Alas, Darul Hasanah dan beberapa kecamatan lainnya.

Rizky, warga lainnya meminta agar pihak SPBU yang ada serius memikirkan keperluan masyarakat akan BBM, apalagi saat ini sedang terjadi bencana banjir yang sangat parah di Aceh Tenggara.

Selain itu warga juga mengaku kewalahan dan tak mampu membeli harga BBM di galon pengecer dan penjual dadakan yang menjual BBM pertalite, pertamax dan solar dengan harga mencekik leher.

“Kita minta SPBU Kampung Melayu Kecamatan Babussalam peduli dan segera membuka lagi penjualan BBM untuk memenuhi kebutuhan warga Agara khususnya di Kecamatan Babussalam, Badar, Ketambe dan Lawe Bulan,” ujar Muhammad Saleh.(Id79)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE