AcehEkonomi

Harga Cabai Meroket, Forkopimcam Peukan Baro Lakukan Pengawasan

Harga Cabai Meroket, Forkopimcam Peukan Baro Lakukan Pengawasan
Tim Forkopimcam berdialog dengan pedagang cabai merah untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok, Sabtu (29/11). Waspada.id
Kecil Besar
14px

PIDIE (Waspada.id): Pemerintah Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie memperketat pengawasan harga kebutuhan pokok dengan fokus pada komoditas cabai merah yang mengalami lonjakan signifikan pascabanjir.

Sidak dilakukan Forkopimcam Peukan Baro pada Sabtu (29/11) untuk menelusuri penyebab kenaikan harga dari sisi rantai pasok, distribusi, dan kondisi produksi di tingkat petani.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

IKLAN

Pemantauan mencakup Pasar Keudee Rabu Bambi, Pasar Lampoh Saka, serta beberapa kios di enam kemukiman. Sidak dipimpin Camat Peukan Baro, Iswadi, S.HI, didampingi Kapolsek Peukan Baro AKP Kusman, SE., Danramil 06/Peukan Baro Kapten Inf. A. Fitra Nugraha melalui Babinsa, serta perangkat gampong.

Berdasarkan temuan lapangan, harga cabai merah meningkat tajam dari Rp45.000/Kg menjadi Rp110.000/Kg. Cabai hijau turut naik menjadi Rp40.000/Kg dari harga sebelumnya Rp25.000/Kg. Pemerintah menilai kondisi ini merupakan dampak langsung dari terganggunya distribusi pascabanjir serta menurunnya hasil panen petani.

Camat Iswadi menegaskan bahwa kenaikan tersebut harus diintervensi melalui pemantauan ketat agar masyarakat tidak mengalami beban ganda. “Pascabanjir, jalur distribusi dari hulu ke pasar terganggu. Kami perlu memastikan bahwa kenaikan harga yang terjadi sesuai kondisi riil, bukan akibat permainan di tingkat pedagang,” ujarnya.

Pedagang Sebut Distribusi Tidak Stabil

Para pedagang menyampaikan bahwa pasokan dari sentra produksi menurun drastis. Dampaknya, harga di tingkat pengecer menjadi tidak stabil.

Zubaidah, pedagang di Pasar Bambi, menjelaskan bahwa suplai cabai yang datang lebih sedikit dari kondisi normal. “Biasanya masuk lima hingga tujuh keranjang, sekarang hanya dua. Itu pun banyak cabai yang rusak akibat perjalanan. Kami terpaksa menyesuaikan harga,” katanya.

Pedagang lain, Juliansyah, 42, menguatkan bahwa barang yang masuk pascabanjir tidak sebanding dengan permintaan pasar. “Kami tidak bisa menjual murah karena harga modal sudah sangat tinggi. Cabai banyak busuk saat sampai ke kios,” ucapnya.

Petani di wilayah hulu Kecamatan Bate, Padang Tijie dan Muara Tiga mengalami kerugian akibat kebun terendam banjir. Hal ini menyebabkan produksi cabai lokal tidak mampu menutup kekurangan pasokan dari luar daerah.

Hasanuddin, 53, petani cabai Kemukiman Pineung, memaparkan kondisi lahan pascabanjir. “Cabai kami hampir semua rebah diterjang air. Batangnya rusak, buahnya busuk. Hasil panen turun drastis,” keluhnya.

Petani lain, Jafar, 47 , Warga Beuah, menilai penurunan produksi akan berdampak lebih panjang apabila cuaca ekstrem masih berlanjut. “Banyak bunga cabai rontok. Dampaknya bukan hanya minggu ini, tapi bisa sampai beberapa pekan ke depan,” ungkapnya.

Kapolsek Peukan Baro, AKP Kusman, menegaskan pihak kepolisian akan menindak segala bentuk pelanggaran yang memperburuk situasi pasar.
“Kami siap menindak pedagang yang sengaja menahan stok atau menaikkan harga tidak wajar. Pengawasan ini kami lakukan demi stabilitas wilayah,” tegasnya.

Sementara itu, Danramil 06/Peukan Baro memastikan TNI mendukung kelancaran distribusi barang dengan memantau akses jalan yang sebelumnya terputus akibat banjir. “Kami berupaya memastikan jalur penghubung kembali normal agar distribusi barang cepat pulih,” katanya.

Sejumlah warga berharap pemerintah tidak hanya mengawasi harga, tetapi juga mempertimbangkan upaya stabilisasi pasokan.
“Kalau suplai lancar, harga pasti kembali turun. Kami harap pemerintah membantu petani dan mempercepat pembukaan jalur distribusi,” ujar Nurhayati, 52, warga Guci Rumpong.

Forkopimcam memastikan pemantauan akan terus dilakukan hingga harga cabai berada pada level yang wajar. Pemerintah kecamatan membuka ruang pengaduan bagi masyarakat untuk melaporkan harga yang tidak sesuai standar.

“Kami memprioritaskan stabilitas bahan pokok, terutama komoditas yang sangat vital seperti cabai. Pengawasan akan diperketat selama masa pemulihan pasca banjir,” tutup Camat Iswadi.(id69)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE