AcehEkonomi

Harga Emas Tembus Rp8,25 Juta per Mayam, Daya Beli Mahar Menurun

Harga Emas Tembus Rp8,25 Juta per Mayam, Daya Beli Mahar Menurun
Aktivitas jual beli emas di salah satu toko perhiasan di Banda Aceh, Senin, (19/1/2025). Harga emas per mayam kini mencapai Rp8,25 juta seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global, sementara pembelian untuk investasi masih mendominasi dibandingkan kebutuhan mahar. Waspada.id/Hulwa Dzakira
Kecil Besar
14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Harga emas di pasar perhiasan kembali mencatat kenaikan signifikan. Saat ini, harga emas mencapai Rp8,25 juta per mayam, dengan ongkos pembuatan berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per item, tergantung model perhiasan pada Senin (19/1/2025).

Kenaikan harga emas dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama konflik antara Amerika Serikat dengan sejumlah negara seperti Venezuela, Greenland, dan Iran. Kondisi geopolitik yang tidak stabil mendorong peralihan aset ke instrumen safe haven, sehingga harga emas mengalami lonjakan tajam.

Seorang pedagang emas di daerah Pasar Aceh, Banda Aceh, Daffa, mengatakan eskalasi geopolitik internasional menjadi faktor utama melonjaknya harga emas dalam beberapa bulan terakhir. Ia memprediksi harga emas masih berpotensi naik hingga menembus Rp9 juta per mayam pada tahun ini.

“Ketegangan geopolitik global sangat memengaruhi pergerakan harga emas. Melihat tren yang ada, harga emas diperkirakan masih akan terus meningkat,” ujar Daffa.

Dari sisi permintaan, transaksi pembelian emas masih mendominasi. Sekitar 80 persen konsumen tercatat melakukan pembelian, sementara 20 persen lainnya memilih menjual emas. Menurut Daffa, tingginya minat beli dipicu oleh persepsi emas sebagai instrumen investasi yang relatif aman di tengah ketidakpastian global.

“Masyarakat masih banyak membeli karena melihat emas akan terus naik, sehingga dijadikan investasi,” katanya.

Namun demikian, kenaikan harga emas berdampak pada menurunnya daya beli untuk kebutuhan konsumtif, khususnya mahar pernikahan. Jika sebelumnya pembelian mahar emas bisa mencapai 20 hingga 30 mayam, kini rata-rata hanya berkisar 6 hingga 10 mayam, bahkan ada yang hanya 4 mayam.

“Pembelian untuk mahar masih ada, tetapi jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya,” tambahnya.

Sementara itu, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga mengalami kenaikan. Saat ini, harga emas Antam berada di level Rp3.030.000 per gram, naik dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp2.700.000 per gram.

Kondisi tersebut menunjukkan emas masih menjadi instrumen investasi pilihan masyarakat, meski kenaikan harga mulai menekan permintaan emas untuk kebutuhan non-investasi. (Hulwa)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE