AcehKesehatan

Hari Pertama Pelayanan: Tim EMT Terpadu Batch VI Dinkes Aceh Jangkau Wilayah Terpencil Dan Pengungsian

Hari Pertama Pelayanan: Tim EMT Terpadu Batch VI Dinkes Aceh Jangkau Wilayah Terpencil Dan Pengungsian
Tim EMT Terpadu Dinkes Aceh (Tim 2 Aceh Tengah) melaksanakan pelayanan kesehatan di Desa Lumut, Kec. Linge, Kab. Aceh Tengah, Sabtu (17/1). (Waspada.id/Ist)
Kecil Besar
14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Emergency Medical Team (EMT) Terpadu Batch VI yang dimobilisasi oleh Dinas Kesehatan Aceh terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil, terdampak bencana, dan lokasi pengungsian.

Pada Sabtu (17/1), tim EMT diterjunkan ke sejumlah titik sulit dijangkau di Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, dan Kabupaten Gayo Lues. Wilayah yang dijangkau antara lain Dusun Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur; Desa Ise-Ise, Desa Lumut, dan Posko Owak di Kecamatan Linge, Aceh Tengah.

Selain itu juga Desa Lubuk Pusaka dan Posko SMA Negeri 2 Langkahan di Aceh Utara; serta Desa Jeret Onom dan Desa Singah Mulo di Kabupaten Gayo Lues. Sebagian besar lokasi berada di daerah yang dilanda parah bencana banjir dan tanah longsor, hingga kawasan pengungsian dengan akses terbatas.

Tim EMT Terpadu Dinkes Aceh sedang memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak banjir di Lubok Pusaka Langkahan, Kab. Aceh Utara, Sabtu (17/1). (Waspada.id/Ist)

Hari Pertama, EMT Batch VI Layani Seribuan Warga

Seribuan warga dari berbagai kelompok usia mendapatkan pelayanan kesehatan kesehatan, meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan, pemeriksaan ibu hamil, balita dan lansia, pengukuran tekanan darah, serta edukasi dan penyuluhan kesehatan. Selain itu, tim EMT juga memberikan pelayanan gizi seperti pemberian PMT balita, skrining status gizi, serta kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana.
 
Berdasarkan hasil pelayanan kesehatan di lapangan, penyakit yang paling banyak ditemukan adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit seperti dermatitis dan tinea, serta penyakit tidak menular seperti hipertensi, gastritis, nyeri sendi, dan myalgia. Di beberapa lokasi juga ditemukan kasus gangguan kesehatan mental berupa kecemasan berlebih akibat dampak bencana.

Hasil pemantauan dilapangan menunjukkan masih terbatasnya akses air bersih, sanitasi dan jamban yang belum memadai, serta pengelolaan sampah yang belum optimal. Sebagian warga masih tinggal di tenda pengungsian dan hunian sementara dengan risiko kesehatan lingkungan yang cukup tinggi, termasuk keberadaan vektor penyakit seperti lalat dan nyamuk.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes., di Banda Aceh, Minggu (18/1), menyampaikan bahwa pengiriman EMT Batch VI difokuskan untuk menjangkau desa-desa yang sangat terpencil dan sulit diakses, yang selama ini hanya sesekali mendapatkan layanan kesehatan. Ia berharap kehadiran EMT dapat meningkatkan akses dan kesinambungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.

Tim EMT Terpadu Batch VI Dinas Kesehatan Aceh juga melaksanakan pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah lainnya. Di Kabupaten Pidie Jaya, pelayanan dilakukan di Meunasah Manyang Cut, Kecamatan Meureudu.

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tamiang, tim EMT memberikan pelayanan kesehatan di Kampung Landuh dan Masjid Kampung Landuh, Kecamatan Rantau, serta di Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru.

Pelayanan kesehatan juga menjangkau wilayah Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Wih Ilang, Kecamatan Bandar dan beberapa titik lokasi lainnya di Aceh.(id65)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE