AcehMedan

Hari Pertama Sekolah, UMSU Kirim 50 Relawan Mahasiswa Ke SMP Muhammadiyah Kualasimpang

Hari Pertama Sekolah, UMSU Kirim 50 Relawan Mahasiswa Ke SMP Muhammadiyah Kualasimpang
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengirimkan sebanyak 50 mahasiswa relawan pendidikan untuk mendampingi siswa SMP Muhammadiyah Kualasimpang, Kab. Aceh Tamiang, Jl. S. Parman pada hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang akhir semester dan tahun baru 2026, pada hari Senin (5/1).

Pendampingan dilakukan sebagai bentuk pengabdian dan dukungan moral UMSU bagi siswa dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah pasca bencana banjir yang melanda Sumatera pada Nopember 2025 lalu. Dari data 560 siswa yang bersekolah, yang hadir hanya sekitar 100 siswa. Siswa yang hadir tidak menggunakan sepatu apalagi seragam sekolah. Masih banyak keluarga siswa yang terkendala sandang dan papan akibat terdampak bencana banjir akhir Nopember 2025.

Begitupun para relawan menggunakan jas almamater UMSU terlibat aktif melakukan pendampingan di ruang-ruang kelas, mengajak belajar bersama, berbagi cerita, bernyanyi dan diakhiri santap siang bersama yang disiapkan UMSU secara gratis untuk seluruh siswa.

Aktivitas hari pertama sekolah di SMP Muhammadiyah Kuala Simpang sempat disaksikan Ketua PP Muhammadiyah dr Agus Taufiqurrahman. M. Kes Sp.S dan Ketua PP Aisyiah Dr Rahmawati Husein yang hadir dan menyapa siswa, guru dan relawan mahasiswa asal UMSU.

Turut hadir di lokasi Wakil Rektor II Prof. Akrim, MPd, Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si, Wakil Dekan FAI Dr Muhammad Ruslan, Wakil Dekan Fakultas Hukum dan Dr. Zainuddin didampingi Kepala SMP Muhammadiyah Kualasimpang Kiki Winanda M..Pd dan Ketua PD Muhammadiyah dan Aisyiyah Aceh Tamiang.

Sementara itu, Mendiknas RI Prof. Abdul Mu’ti, MPd beserta rombongan turut meninjau sekolah tersebut selepas dari kunjungannya ke Kota Langsa.

Sebelumnya sekolah ini telah menjadi posko UMSU dan MDMC sejak bencana Nopember 2025 lalu sampai sekarang. Sejak awal desember tim UMSU membersihkan lumpur dan memulihkan fungsi sekolah yang rusak parah karena diterjang banjir dan lumpur yang sangat dalam. Setelah berhari-hari upaya dilakukan melibatkan ratusan relawan dan alat berar akhirnya Sekolah ini dapat berfungsi meski belum normal seperti sediakala.

Pada kegiatan hari pertama sekolah ini Relawan dan siswa saling berbagi cerita dan mengisi kegiatan yang ceria. UMSU juga menyiapkan makan siang bersama di kelas. Sementara kondisi sekolah yang belum pulih juga dimanfaatkan untuk saling gotong royong bersama sehingga hari pertama sekolah berjalan nyaman. Kegiatan ini disambut antusias siswa, orangtua dan guru.

Nazwa, mahasiswa UMSU yang menjadi relasan mengatakan pendampingan ini bertujuan menumbuhkan rasa optimisme siswa di tengah situasi pasca bencana yang belum benar pulih.

“Kami ingin siswa merasa aman dan tetap semangat hari pertama sekolah. Bagi kami ini menarik untuk mengabdikan diri sekaligus kepedulian sosial UMSU,” ujarnya.

Kegiatan pendampingan ini diharapkan memberi dampak positif bagi siswa pasca bencana.

Wakil Rektor III UMSU Dr. Rudianto pendampingan pada siswa merupakan bagian dari komitmen dan siaga UMSU pasca bencana di Aceh Tamiang.

“Kami ingin memastikan proses belajar siswa tetap berjalan meskipun kondisi sekolah belum sepenuhnya stabil. UMSu hadir untuk mendampingi, menguatkan, dan memberi energi positif di hari-hari awal sekolah,”

Kepala SMP Muhammadiyah Kualasimpang Kiki Winanda, MPd mengapresiasi dukungan UMSU di tengah kondisi sekolah yang masih dalam tahap pemulihan dan penyesuaian.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa relawan. Secara fasilitas dan kesiapan teknis, sekolah kami memang belum 100 persen stabil, namun dengan pendampingan ini proses belajar mengajar tetap dapat berjalan dengan tertib dan kondusif,” katanya.

Salah seorang siswa, Gea Larasti kelas 9 mengaku merasa lebih tenang dan bersemangat dengan adanya pendampingan dari kakak-kakak relawan UMSU.

“Awalnya agak canggung karena hari pertama sekolah tiada ada seragam sekolah akibat banjir, tapi ada kakak mahasiswa yang mendampingi jadi lebih optmis tetap sekolah,” ujarnya yang bercita-cita menjadi dokter.

Gea dan temannya berharap bantuan seragam sekolah dan pemulihan sekolah. Selama ini UMSU dan Muhammadiyah telah banyak membantu. (rel)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE