BLANGPIDIE (Waspada.id) : Musyawarah Cabang (Muscab) IV, Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) resmi dibuka di aula Pendopo Bupati Abdya, Selasa (10/2).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli. Turut dihadiri Ketua DPRK Abdya Roni Guswandi, Ketua BPD HIPMI Aceh Said Rizqi Saifan, sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), serta jajaran pengurus HIPMI Abdya.

Ketua BPD HIPMI Aceh, Said Rizqi Saifan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Muscab HIPMI Abdya, yang berlangsung di Pendopo Bupati. Ia menilai hal tersebut sebagai sinyal kuat terbangunnya kemitraan strategis antara HIPMI dan pemerintah daerah. “Saya melihat HIPMI Abdya ke depan memiliki posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Said.
Menurutnya, kolaborasi antara pengusaha dan pemerintah, merupakan kunci utama dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan berdaya saing. Tanpa sinergi tersebut, pembangunan ekonomi akan berjalan pincang.
Dalam Konteks Kebijakan Nasional
Said menyoroti tantangan pemangkasan anggaran, yang menuntut kreativitas dan kecerdasan pelaku usaha daerah, dalam menggerakkan roda ekonomi. Salah satu peluang strategis, kata dia, adalah keterlibatan HIPMI dalam program ketahanan pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengungkapkan bahwa, Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI mendapat kuota pengelolaan 1.000 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Program tersebut didukung melalui kerja sama dengan BUMN Pangan, termasuk dukungan pembiayaan hingga Rp20 triliun untuk pengembangan industri peternakan ayam. “Jika program MBG berjalan penuh di seluruh daerah, kebutuhan pasokan pangan tentu sangat besar. Karena itu, perlu dibangun industri hulu hingga hilir di setiap kabupaten/kota, termasuk di Abdya, ” katanya.

Said mendorong HIPMI Abdya untuk memanfaatkan peluang tersebut, khususnya jika tersedia lahan yang dapat dikembangkan untuk industri ayam petelur atau sektor ketahanan pangan lainnya. Ia menyebutkan, nilai investasi yang dapat diajukan berkisar Rp15 hingga Rp20 miliar per daerah.
Ia juga menegaskan komitmen BPD HIPMI Aceh, untuk membuka akses seluas-luasnya bagi pengurus HIPMI di daerah dalam menghubungkan potensi lokal dengan jaringan investasi di tingkat provinsi dan nasional. “Kami ingin program-program pusat benar-benar berdampak langsung ke daerah. Tinggal bagaimana kawan-kawan di Abdya melakukan pemetaan potensi dan kesiapan untuk dieksekusi,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Said menyampaikan harapan agar Muscab IV HIPMI Abdya melahirkan kepemimpinan yang solid dan visioner dalam memajukan pengusaha muda serta memperkuat kontribusi HIPMI terhadap pembangunan ekonomi daerah.(id82)











