Aceh

Hj Rohana Bangkitkan Kepemimpinan Perempuan Gampong

Hj Rohana Bangkitkan Kepemimpinan Perempuan Gampong
Camat Peukan Baro (tengah) Iswadi, menyampaikan arahan dalam sebuah pertemuan bersama unsur TP-PKK Kecamatan Peukan Baro, Pidie, Sabtu (1/2). Dua anggota PKK tampak mendampingi di meja panel saat pembahasan program pemberdayaan masyarakat. Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

Ada momen ketika sebuah gerakan tidak lagi berjalan seperti biasa. Ada detik ketika energi baru muncul, mengubah wajah organisasi yang selama ini dianggap rutin dan domestik. Sabtu (31/1), pagi di Kecamatan Peukan Baro itu adalah salah satunya.

Ketika 48 Ketua TP-PKK Gampong ( desa-red) dipanggil, dikumpulkan, dan ditempa kepemimpinan, itu bukan sekadar pelatihan, itu semacam deklarasi arah baru. Dan ada satu tangan yang menggerakkannya, Hj. Rohana Razali, STP.,isteri Bupati Pidie H Sarjani Abdullah SH,MH.

Hj Rohana seolah ingin mengatakan bahwa perempuan gampong tidak boleh hanya berdiri di pinggir panggung pembangunan. Mereka harus naik ke tengah panggung, memegang lampu sorotnya, memimpin jalannya cerita.

Melalui teks pidatonya yang dibacakan Sekretaris TP-PKK Pidie, Erithrina, ia mengirim pesan yang cukup mengguncang. Perempuan PKK bukan pelengkap. Mereka pemimpin.Bukan pengikut. Bukan penonton. Pemimpin.

Dan 48 ketua PKK gampong itu, yang sehari-hari mengelola dinamika keluarga dan komunitas, kini menjadi barisan pertama dari gerakan itu. Mereka tidak hanya diberi materi, mereka digugah. Mereka tidak hanya disuruh hadir, mereka diingatkan bahwa tanggung jawab memimpin itu nyata, kadang berat, tetapi selalu mungkin.

Sekretaris TP-PKK Pidie, Erithrina, menyampaikan materi pada pelatihan leadership bagi ketua kelompok PKK di Kecamatan Peukan Baro, Sabtu (1/2). Ia menekankan pentingnya peran perempuan dalam menggerakkan program pemberdayaan di tingkat gampong. Waspada.id/aist

Camat Peukan Baro, Iswadi, S.Hi, menangkap sinyal perubahan itu. Ia menyebut PKK sebagai motor. Dan motor yang sedang dipanaskan Hj Rohana ini tampaknya bukan sekadar untuk menempuh jarak dekat, tetapi perjalanan panjang, menembus stagnasi pembangunan keluarga yang sering tersumbat oleh birokrasi dan rutinitas.

Materi dari Dinas PMG, Dinas Syariat Islam, hingga pengurus PKK kabupaten bukan sekadar teori. Itu seperti modul untuk membangunkan kembali kesadaran bahwa perempuan, di tangan yang tepat, bisa menjadi pusat gravitasi sosial di gampong. Mereka bisa menggerakkan, mengajak, memaksa perubahan terjadi.

Roadshow Hj Rohana ke 23 kecamatan pun tidak terlihat seperti agenda biasa. Ia seperti sedang menanam 48, lalu 48 lainnya, dan seterusnya, sebuah hutan kepemimpinan perempuan yang kelak berdiri tegak di setiap gampong.

Jika ini konsisten, maka Kabupaten Pidie akan melahirkan generasi pemimpin perempuan akar rumput yang tidak hanya bekerja, tetapi mempengaruhi arah pembangunan.

Kegiatan ini ingin mengatakan satu hal. Gerakan yang dimulai Hj Rohana ini adalah seruan. Seruan bahwa perempuan gampong bukan seksi pendukung, mereka adalah struktur itu sendiri.

Dan 48 ketua PKK di Kecamatan Peukan Baro telah dipanggil untuk mengemban peran itu. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah perempuan bisa memimpin.Pertanyaannya, siapkah gampong mengikuti langkah mereka?

Muhammad Riza

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE