Aceh

HRD: Tulisan Jurnalis Dapat Membantu Pemangku Kepentingan, Bukan Anti Kritik

HRD: Tulisan Jurnalis Dapat Membantu Pemangku Kepentingan, Bukan Anti Kritik
Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan Daud (HRD), saat coffee morning dengan awak media di kediamannya Meuligoe Residence, Kota Juang, Selasa (10/2). Waspada/Fauzan
Kecil Besar
14px

BIREUEN (Waspada.id): Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), H Ruslan M Daud (HRD), menegaskan dukungannya terhadap peran media di Kabupaten Bireuen sebagai mitra strategis dalam membangun daerah, bukan sebagai penggoreng isu.

Hal itu disampaikan HRD saat menjamu puluhan wartawan di kediamannya, tepatnya di Komplek Meuligoe Residence Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Selasa (10/2).

HRD meyakini bahwa selama ini media di Bireuen bekerja dengan semangat membangun, bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu.

HRD juga menekankan, sebuah pemberitaan seharusnya dimaknai sebagai upaya perbaikan oleh pemerintah daerah, bukan malah dianggap memperkeruh suasana. Menurutnya, tulisan wartawan justru dapat membantu para pemangku kepentingan dalam melihat persoalan secara lebih objektif.

“Kritik itu bukan tanda orang kalah, apalagi dianggap hal yang buruk. Justru kritik adalah bagian dari proses perbaikan. Jangan dianggap sebagai penggoreng isu,” tegas Ruslan M Daud.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang anti kritik, seolah-olah Bireuen dikelola seperti perusahaan tertutup yang tidak boleh disentuh oleh masukan publik.

“Sejak kapan Bireuen dikelola seperti PT yang dipimpin direktur dan tidak boleh dikritik? Bireuen ini bukan milik individu atau kelompok tertentu, tapi milik kita bersama,” tegas HRD.

Lebih lanjut, HRD mengajak seluruh elemen untuk menekan egois dan bekerja bersama demi kemajuan daerah. “Jangan menganggap dirinya sempurna, padahal yang namanya manusia tidak ada yang sempurna di dunia ini. Karena itu, mari kita bekerja bersama-sama,” ajaknya.

HRD juga menegaskan komitmennya untuk melindungi kebebasan pers. Ia meminta agar tidak ada intimidasi terhadap wartawan, khususnya di Kabupaten Bireuen.

“Jika wartawan di Bireuen menulis yang benar, jangan takut. Saya siap membantu. Jangan ada intimidasi terhadap media,” pungkasnya. (id73)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE