Aceh

Huntara Mulai Ditempati, Bupati Armia Targetkan Tidak Ada Warga Yang Lebaran Di Tenda

Huntara Mulai Ditempati, Bupati Armia Targetkan Tidak Ada Warga Yang Lebaran Di Tenda
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi saat menerima penyerahan hunian sementara (Huntara) di Kampung Upah, Kecamatan Karang Baru. (Waspada.id/Yusri)
Kecil Besar
14px

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Masyarakat Aceh Tamiang korban banjir secara resmi menghuni Huntara (Hunian Sementara). Penyerahan kunci diberikan langsung Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi kepada masyarakat pada Kamis, (8/1) di Kampung Upah, Kecamatan Karang Baru.

Serah terima ini menjadi tonggak penting bagi warga terdampak yang selama ini berada dalam kondisi darurat. Hunian sementara ini disiapkan sebagai ruang transisi yang aman, layak, dan manusiawi agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih normal.

“Warga yang menghuni huntara ini adalah warga yang kehilangan rumah akibat banjir November lalu. Tidak lama kali kita menyambut Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri, saya tidak ingin ada warga yang berlebaran di tenda, jadi kita terus berupaya semaksimal mungkin agar mereka mendapatkan hunian yang layak,” ujar Bupati Armia.

Bupati menjelaskan, kondisi Aceh Tamiang yang saat ini belum kondusif dan masih bertarung dengan lumpur. Pemkab Aceh Tamiang sedang melakukan pengerjaan bertahap untuk membersihkan lumpur dan menargetkan akan selesai sebelum bulan Ramadhan.

“Masyarakat Aceh Tamiang tercinta, Kita sama-sama berjuang untuk bangkit kembali. Saya akan perjuangkan semua untuk masyarakat Aceh Tamiang,” ucap Armia membangkitkan semangat.

Bupati Armia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan pasca banjir terlebih atas kecepatan pembangunan huntara yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.

“Ini hunian pertama yang kami terima sejak bencana, masyarakat sudah lama menunggu hunian yang layak. Distribusi akan dilakukan bertahap, dimulai 100 unit agar proses adaptasi berjalan baik,” tegas Armia.

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menegaskan bahwa pembangunan huntara bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik.


“Pemulihan tidak berhenti pada pembangunan rumah, tetapi bagaimana hunian ini benar-benar memberi ruang bagi keluarga untuk kembali membangun kehidupan,” ucap Rohan.

Hunian dirancang memenuhi standar hunian darurat yang aman dan fungsional, dilengkapi akses air bersih, sanitasi memadai, listrik, serta dukungan layanan kesehatan. Tak hanya itu, kawasan huntara juga dilengkapi fasilitas pendukung sosial seperti klinik, taman bermain, akses internet, dan listrik gratis, sehingga warga tidak hanya memperoleh tempat tinggal, tetapi juga lingkungan yang mendukung pemulihan fisik dan sosial.

Dari hunian sederhana inilah, proses pemulihan diharapkan terus bergerak perlahan namun pasti menghadirkan harapan baru bagi warga Aceh yang tengah bangkit kembali.

Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 600 huntara ini akan dihuni dari Kecamatan Karang Baru yakni Kampung Suka Jadi sebanyak 154 KK dan 179 KK warga Kampung Bundar. Kemudian warga Kecamatan Kota Kuala Simpang sebanyak 65 KK warga Kampung Kota, dan 65 KK warga Kota Lintang serta warga sekitar lokasi Huntara.(id76)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE