BLANGPIDIE (Waspada.id): Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya (Abdya), terus memperkuat fondasi kesehatan generasi muda melalui program inovatif Doto Saweu Sikula.
Kegiatan ini digelar di SMPIT Insan Madani Susoh, Kecamatan Susoh, Rabu (8/4), sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-24 Abdya.
Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Rinaldi, menegaskan, program tersebut tidak sekadar agenda seremonial, melainkan implementasi nyata, dari komitmen pemerintah daerah, dalam memperkuat sektor kesehatan berbasis sekolah.
“Program Doto Saweu Sikula merupakan prioritas strategis, yang sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas dan unggul,” tegasnya.

Program yang telah diluncurkan sejak Mei 2025 lalu oleh Bupati Abdya ini, menghadirkan layanan kesehatan langsung ke lingkungan pendidikan. Pendekatan tersebut, dinilai efektif dalam membangun kesadaran sejak dini sekaligus memastikan deteksi awal, berbagai persoalan kesehatan remaja.
Rinaldi menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kondisi kesehatan peserta didik. Menurutnya, generasi masa depan tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki ketahanan fisik dan mental yang baik. “Anak-anak adalah aset daerah. Investasi kesehatan hari ini akan menentukan daya saing mereka di masa mendatang,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan berbagai layanan komprehensif, mulai dari senam bersama, penyuluhan kesehatan oleh dokter spesialis anak, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pemeriksaan hemoglobin (HB) bagi remaja putri sebagai langkah pencegahan anemia.

Selain itu, edukasi terkait bahaya narkoba juga menjadi bagian penting dari intervensi kesehatan terpadu yang dilakukan.
Khusus kepada remaja putri, Rinaldi mengingatkan pentingnya menjaga asupan gizi, serta disiplin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), guna mencegah anemia dan risiko stunting di masa depan. “Kesehatan remaja putri hari ini akan sangat menentukan kualitas generasi berikutnya,” tegasnya.

Ia juga mendorong sinergi berkelanjutan antara sektor pendidikan dan kesehatan, terutama dalam upaya deteksi dini masalah gizi, kesehatan reproduksi, serta kesehatan mental remaja. “Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun generasi yang sehat dan produktif,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendekatan promotif dan preventif di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional berbasis daerah.(id82)










