Aceh

Ibu Muda Di Aceh Timur Terseret Arus, Keluarga Terisolasi Tanpa Bantuan

Ibu Muda Di Aceh Timur Terseret Arus, Keluarga Terisolasi Tanpa Bantuan
Foto ucapan duka untuk Nurul Husna. Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Seorang ibu muda bernama Nurul Husna, warga Desa Seunebok Jalan, Aceh Timur, meninggal dunia setelah terseret arus banjir bandang yang melanda wilayah itu pada pekan terakhir November 2025.

Husna menjadi salah satu korban jiwa dalam bencana hidrometeorologi yang hingga kini belum ditetapkan sebagai Darurat Bencana Nasional oleh pemerintah pusat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

IKLAN

Ketua Yayasan Aceh Bergerak Eva Hazmaini kepada Waspada.id, Minggu (30/11/2025) di Banda Aceh menjelaskan, jenazah Husna sudah dimakamkan pada Kamis (27/11) lalu.

Eva yang mengutip kesaksian tetangga Nurul Husna, Raudhatul Mahya, mengatakan, korban sempat berpamitan untuk mengantar suaminya ke Keude Gerobak di kawasan Buket Teukuh, Gampong Keude Rabo.

Dikatakan, dalam perjalanan pulang, Nurul bersama adiknya terseret arus deras di area persawahan. “Alhamdulillah adiknya selamat, cuma korban yang terseret arus,” kata Mahya kepada Eva.

Menurut Eva, hingga hari ini, keluarga Husna yang tinggal di Gampong Seunebok Jalan, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, masih terjebak di rumah duka yang juga terendam banjir. Banjir di kawasan itu belum surut dan akses menuju desa terputus.

“Belum satu pun bantuan darurat—baik logistik maupun tenaga penyelamat yang berhasil masuk ke lokasi,” ujar Eva yang mengutip Mahya bahwa keluarga korban dalam kondisi sangat membutuhkan pertolongan.

“Mereka butuh dana, beras, bahan pokok, santunan duka, juga susu bayi. Anak korban masih bayi, sekitar sembilan bulan,” ujarnya.

Lalu, sambung dia, ketiadaan BBM untuk kendaraan warga membuat akses ke luar desa semakin sulit. Kondisi itu memperparah situasi karena masyarakat tidak dapat mencari kebutuhan pokok secara mandiri.

Dikatakan Eva, banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak pertengahan November telah menelan puluhan korban jiwa dan membuat puluhan ribu warga terisolasi.

Namun banyak wilayah terdampak, termasuk Desa Seunebok Jalan, masih belum menerima bantuan memadai. Keluarga Nurul Husna hanyalah satu dari ratusan keluarga yang masih menunggu uluran tangan, sementara situasi di lapangan terus memburuk tanpa kepastian bantuan tiba.

Sementara itu, data yang dirilis Pemerintah Aceh melalui Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi menyebutkan, hingga kini tercatat 207.017 jiwa warga atau 52.162 KK yang mengungsi.

Sedangkan korban jiwa yang dilaporkan untuk sementara ini berjumlah 80 orang dan 71 dinyatakan hilang, 330 orang luka berat, 1.284 luka ringan. Secara umum, tercatat 89.959 KK atau 441.842 jiwa terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh. (id64)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE