AcehInternasionalPendidikan

Ilham Catur Fhata, Mahasiswa Langsa Jadi Ketua PPI Dunia

Ilham Catur Fhata, Mahasiswa Langsa Jadi Ketua PPI Dunia
Ilham Catur Fahta mahasiswa asal Kota Langsa terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia Kawasan Amerika-Eropa (Amerop) untuk periode 2023-2024 pada Kongres PPI DK Amerop 2023. Waspada/Ist
Kecil Besar
14px

LANGSA (Waspada): Ilham Catur Fhata mahasiswa asal Kota Langsa terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia Kawasan Amerika-Eropa (Amerop) untuk periode 2023-2024 pada Kongres PPI DK Amerop 2023.

Mantan mahasiswa Unsam itu juga masih menjadi Ketua PPI Rumania periode 2022 -2023. Ilham Catur Fhata, mahasiswa pasca sarjana Constanța, asal Kota Langsa kembali terpilih sebagai Ketua PPI Dunia Amerop untuk 29 negara.

Ilham kepada wartawan via telefon selular, Sabtu (22/7) menjelaskan dirinya terpilih sebagai Ketua PPI Dunia merupakan kepercayaan dari teman sejawat lainya, bahkan acara tersebut dikemas dengan sebuah simposium yang dibuka oleh perwakilan Dubes RI Brussel, Sulaiman Syarif.

Dalam agenda simposium juga dihadiri sejumlah tokoh nasional sebagai opening Remarks seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno B.BA, M.BA, Anggota DPR RI Komisi I, Dr. Ir. H. Helmy Faishal Zaini dan Dyah Roro Esti, BA, M.Sc melalui via zoom.

Simposium juga diisi kegiatan Indo Nacth yang mana berisikan musikal dan tarian tradisional, stand jualan makanan Indonesia, juga pengenalan start up karya anak bangsa bernama Elnura BSF Products.

Menurut Ilham, terlaksananya simposium Amerika-Eropa (SAE) di Brussel-Belgia pada tanggal 17-18 Juli 2023 menghasilkan kajian-kajian akademik dari berbagai macam perspektif dari negara masing-masing tempat menempuh pendidikan yang bertujuan untuk membangun Indonesia.

Ilham menjelaskan, visi dan misinya dalam menjalankan roda pemerintahannya selama satu periode ke depan. Harapannya, seluruh PPI Negara sekawasan Amerika Eropa tetap solid dan ikut andil dalam pembangunan Indonesia kedepan.

“Seperti pribahasa ‘hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, lebih baik di negeri sendiri’. Walau bagaimanapun kelebihan di negeri orang, tetap negeri sendiri lebih baik. Maka dari itu kami tetap membangun Indonesia dari kejauhan, contoh di setiap PPI Negara akan memberikan diseminasi informasi beasiswa untuk masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan studinya di luar negeri,” ujarnya.

Tidak Ada Ruang Bagi Pelaku Politik Praktis

Ilham memaparkan seperti yang kita ketahui Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan terselenggarakan, di mana banyak pelaku politik praktis mencoba masuk dari berbagai lini, baik itu partai politik dan organisasi-organisasi yang terafiliasi partai politik itu sendiri, akan tetapi tidak untuk organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI).

Bagi pelajar Indonesia di luar negeri, khususnya kawasan Amerika dan Eropa, menurut Ilham, ilmu politik merupakan hal yang sudah dipahami dan dipelajari sejak mereka berorganisasi khususnya pada PPI. “Tempat dimana kita bertarung dan bertahan di dalam roda pemerintahan tersebut baik sebelum menjabat maupun sedang menjabat sebagai pemimpin organisasi,” ucapnya.

Di setiap PPI, khususnya kawasan Amerika Eropa tegas mengatur Ad/Art mereka untuk tidak terlibat dalam politik praktis dan bersifat Independen. Agar tidak terjadinya kecemburuan sosial bagi pelaku politik baik dari kubu oposisi maupun pejabat pemerintahan sekarang.

Lantas, apa tugas pelaku politik Indonesia agar dapat meyakinkan para pelajar Indonesia di luar negeri? Sebaiknya mereka memaparkan visi dan misi yang bersifat membangun pelajar Indonesia di luar negeri agar ikut berkonstribusi dalam pembangunan Indonesia, khususnya dalam kajian akademik dan memberikan ruang khusus bagi mereka yang akan kembali ke Indonesia.

Dengan adanya 29 PPI Negara sekawasan Amerop ditambahnya 2 negara baru dari Albania dan Lithuania menjadikan kawasan ini menghadapi berbagai masalah di setiap negara contohnya di Turki, yang mana PPI Turki sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan program ‘Lokakarya’ mereka.

Banyak kasus agensi pendidikan di luar negeri yang merugikan banyak pelajar, dan itu harus diberikan tindakan tegas bagi pelaku penipuan agensi pendidikan kemudian mengadvokasi korban penipuan tersebut. Dengan ini pemerintah harus lebih memerhatikan para pelajar Indonesia di luar negeri.

Kemudian juga dilibatkannya kegiatan yang bersifat membangun integritas diri pelajar Indonesia di luar negeri dari berbagai lini dan juga mengapresisasi prestasi mereka yang sudah membawa nama harum Indonesia.

“Setiap pelajar Indonesia di luar negeri merupakan diplomat pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung melaui opini dan sikap publik pada foreing policy pemerintah negara lain. Kemudian membangun citra dan kesan dimata masyarakat Internasional kepada pelajar Indonesia, menjadikan nama Indonesia akan dikenal lebih baik,” tutup Ilham. (crp)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE