AcehKesehatan

Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Mulai Pulih Dan Kembali Beroperasi

Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Mulai Pulih Dan Kembali Beroperasi
Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang. (Waspada.id/Ist)
Kecil Besar
14px

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang mulai pulih dan kembali menjalankan aktivitas secara bertahap pascabencana banjir yang sebelumnya melumpuhkan operasional akibat genangan lumpur tebal. Setelah hampir dua bulan, instalasi farmasi kini sudah dapat difungsikan kembali dengan penyesuaian kondisi lapangan.

Kepala Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Puput Mayasari, menjelaskan bahwa proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber daya manusia serta kondisi sarana dan prasarana.

“Awal bencana, kondisi instalasi farmasi benar-benar penuh lumpur. Banyak yang sudah melihat di media sosial bagaimana situasi kami saat itu. Alhamdulillah, setelah hampir dua bulan pasca bencana dan sekitar dua minggu sejak akhir Desember, kami sudah mulai bisa beraktivitas kembali di sini,” ujar Puput, Minggu (18/1).

Saat ini, instalasi farmasi masih difungsikan sebagai gudang penyimpanan obat. Sementara itu, pelayanan farmasi untuk IGD dan rawat jalan masih dilakukan di gedung terpisah, sedangkan pelayanan rawat inap telah mulai berjalan dengan sistem yang disesuaikan.

“Kami menyusun obat-obatan secara bertahap sesuai bentuk sediaan dan tata cara penyimpanan yang berlaku. Jika nanti sudah tertata rapi dan aman, seluruh pelayanan farmasi baik rawat jalan maupun rawat inap akan kami pindahkan ke gedung ini,” tambahnya.

Puput menyampaikan optimisme bahwa Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang dapat kembali beroperasi normal seiring dukungan berbagai pihak dalam proses pemulihan layanan kesehatan pascabencana.

Distribusi Obat Masih Manual

Pascabencana yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang masih menghadapi kendala dalam pendistribusian obat-obatan. Hingga saat ini, distribusi obat dilakukan secara manual karena sistem aplikasi farmasi belum dapat dioperasikan akibat gangguan server.

Puput Mayasari, menjelaskan bahwa sebelum bencana, pendistribusian obat dilakukan melalui dua mekanisme, yakni aplikasi berbasis sistem stok dan distribusi langsung oleh petugas farmasi.

“Sebelum bencana, pendistribusian obat kami lakukan dengan dua cara, yaitu melalui aplikasi yang langsung terhubung ke sistem stok, serta distribusi langsung oleh petugas. Jadi data keluar-masuk obat tercatat secara sistem dan fisik,” jelas Puput.

Namun pascabencana, kerusakan sistem dan keterbatasan akses menyebabkan instalasi farmasi belum dapat menjalankan sistem aplikasi tersebut.

“Saat ini, karena kondisi pasca bencana dan aplikasi yang belum bisa digunakan, masih terkendala di server, pendistribusian obat kami lakukan secara manual. Ini kami lakukan agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan meski dengan keterbatasan,” ujarnya.

Puput menambahkan, pencatatan manual dilakukan secara cermat dan terkontrol untuk menjaga akurasi stok obat, terutama untuk pelayanan rawat inap yang telah kembali berjalan. Sementara itu, pelayanan farmasi untuk IGD dan rawat jalan masih dilakukan di gedung terpisah.

RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang terus berupaya memulihkan sistem distribusi obat agar pelayanan farmasi dapat kembali berjalan optimal dan mendukung pemulihan layanan kesehatan bagi masyarakat pascabencana. (id65)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE