IPB University Gelar Pengabdian Masyarakat Dosen Mengabdi Di Aceh Selatan

  • Bagikan
Kegiatan pengabdian masyarakat dosen mengabdi inovasi IPB University, di aula kantor Camat Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan. Senin (27/11).Waspada/Syafrizal
Kegiatan pengabdian masyarakat dosen mengabdi inovasi IPB University, di aula kantor Camat Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan. Senin (27/11).Waspada/Syafrizal

TAPAKTUAN (Waspada): Sejumlah Dosen dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dosen mengabdi, di wilayah Kabupaten Aceh Selatan.

Kegiatan pengabdian masyarakat dosen mengabdi inovasi dari IPB University, di Kabupaten Aceh Selatan tersebut, pertemuan dengan masyarakat dilaksanakan di aula kantor Camat Labuhan Haji. Turut dihadiri Camat Labuhan Haji H Said Suhardi S.Pd, mewakili Kapolsek Labuhan Haji Kanit Ik Aipda Safriadi Nas, mewakili Plt Danramil 02/Labuhan Haji Sertu Syarif, Dewan Guru Besar IPB University Prof. Dr Ir Lisdar A Manaf, Dosen IPB Ibnu Fajar SE, AK dan Dr Ir.Ruly Anwar M.Si, alumni IPB Ir Nandang Munandar Holil MM IPM, juga para peserta kegiatan lainnya.

Dalam sambutannya atas nama Pemkab Aceh Selatan, Camat Labuhan Haji H Said Suhardi S.Pd, mengucapkan selamat datang kepada para dosen dari IPB University, ke wilayah yang dikenal sebagai tanah penghasil pala tersebut. “Selamat datang di daerah yang sangat kami cintai ini,” ujarnya.

Camat Said Suhardi atas nama Pemkab Aceh Selatan juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada para dosen juga guru besar dari IPB University, yang telah bersedia singgah dan melakukan pengabdian masyarakat dosen mengabdi, di wilayah Aceh Selatan.

Dalam kesempatan itu, sekilas Camat Said Suhardi juga memperkenalkan secara singkat dan menyeluruh, ragam budaya, ciri khas, adat istiadat dan lainnya, yang kental ditemui di Kabupaten ‘Kota Naga’ Aceh Selatan.

Dilain pihak, dalam penyampaian materi yang dismpaikan para dosen IPB University hari itu disebutkan, kegiatan dosen mengabdi bertujuan memberikan ilmu dan wawasan, tentang pemberdayaan tanaman daun kelor, sebagai pupuk dan Biofungisida sebagai media tambahan untuk tanaman lainnya.

Para Profesor dan insinyur dari IPB University tersebut, menyampaikan dan memperkenalkan bagaimana tanaman pala dari mulai panen, hingga pengolahan bahannya, juga limbah dapat dimanfaatkan. Termasuk pengendalian hama penyakit terhadap tanaman pala, yang ada di Kabupaten Aceh Selatan.

Dewan Guru Besar Profesor dan para Insinyur dari IPB University hari itu, menyampaikan ilmu dan pengolahan pemberdayaan tanaman daun kelor, sebagai media Pupuk dan Biofungisida terhadap tanah, sebagai lahan untuk budidaya tanaman, baik tanaman pala maupun tanaman lainnya, yang ada di Kabupaten Aceh Selatan.

Tanaman pala merupakan produk asli Indonesia, yang terkenal dengan nama pala Banda Neira, yang berasal dari Maluku sebagai daerah penghasil pala terbesar. Sedangkan Kabupaten Aceh Selatan merupakan daerah penghasil pala terbesar peringkat kedua setelah Maluku. “Sangat disayangkan, jika tidak diberikan pengetahuan dan cara pengendalian hama penyakit kepada masyarakat petani, terhadap tanaman pala yang sudah diserang hama, selama beberapa tahun sebelumnya,” urai para dosen itu.

Diharapkan, dengan adanya kegiatan seperti yang di laksanakan oleh IPB University ini, masyarakat dapat menyerap ilmu dan pengetahuan, tentang pemberdayaan tanaman daun kelori dan pemberdayaan limbah pala, serta pengendalian hama terhadap tanaman pala.

Sebagai catatan, penyampaian ilmu pertanian tentang tanaman daun kelor, sebagai pupuk dan Biofungisida, materinya disampiaikan oleh Prof Dr Ir Lisdar A Manaf. Sedangkan materi tentang pengendalian hama dan penyakit tanaman secara tepadu, disampaikan oleh Dr Ir Ruly Anwar M.Si.(b21)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *