Jalan Di Aceh Timur Rusak Berat

  • Bagikan
Jalan Di Aceh Timur Rusak Berat
JALAN PATAH: Pengguna jalan ekstra hati-hati melintasi patahan aspal yang terjadi di Jalan Lintas Provinsi Aceh di Bhom Lama, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Minggu (10/12). Waspada/Muhammad Ishak

IDI (Waspada): Jalan lintas provinsi yang menghubungkan kecamatan dalam Kabupaten Aceh Timur dengan Gayo Lues, mengalami rusak berat. Salah satu titik kerusakan terjadi di Desa Bhom Lama, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur.

“Ruas badan jalan yang amblas mencapai 50 meter, bahkan separuh aspal mengalami patahan. Dampaknya, berbagai jenis kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati,” kata Seni Hendri SH, tokoh pemuda Ranto Peureulak, kepada Waspada, Minggu (10/12).

Sebagaimana diketahui, ruas jalan Proyek Multiyear Segmen I ini rampung dikerjakan akhir tahun lalu, sehingga diharapkan pihak rekanan melakukan perbaikan. “Sebelum diaspal, ruas jalan di titik Bhom Lama ini pernah terjadi patahan aspal hingga puluhan meter. Kondisi kala itu sepanjang jalan tidak memiliki dinding penahan aspal,” urai alumni LMD-1 Zona Timur BKPRMI Aceh Timur ini.

Bukan hanya di Bhom Lama, melainkan kondisi serupa juga terjadi di Gampong Teumpeun, Kecamatan Ranto Peureulak, persisnya di pangkal jembatan dengan panjang mencapai 30-35 meter. Kondisi tersebut telah terjadi sejak tiga bulan yang lalu. “Jika tidak segera diperbaiki, maka pengguna jalan saban hari akan terus menjadi korban kecelakaan,” timpa Seni Hendri.

Ketua Komisi I DPR Aceh, Iskandar Usman Al Farlaky, terpisah mendesak Dinas Pekerjaan dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Aceh segera meminta rekanan memperbaiki ruas jalan penghubung antar kabupaten di Aceh Timur. “Bukan satu dua titik badan jalan yang rusak setelah setelah selesai pengerjaan akhir tahun lalu, tapi puluhan titik mulai dari Segmen I, Segmen II dan Segmen III Proyek Multiyears ini,” kata politisi Partai Aceh ini.

Mantan Ketua DPD KNPI Aceh Timur ini menjelaskan, jalan lintas provinsi tak hanya menghubungkan Kabupaten Aceh Timur dengan Gayo Lues, tetapi saban hari siang dan malam dimanfaatkan masyarakat di daerah pedalaman, seperti Serbajadi—Lokop, Peunaron dan Ranto Peureulak.

“Puluhan ribu penduduk dari tiga kecamatan ini sangat membutuhkan jalan lintas ini, sehingga kita berharap instansi terkait mendesak pihak rekanan segera memperbaiki sarana transportasi tersebut,” desak Iskandar Usman Al Farlaky, seraya menandaskan, jalan lintas provinsi tersebut mutlak menjadi tanggungjawab Pemerintah Aceh, bukan Pemkab Aceh Timur. (b11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *