KUTACANE (Waspada.id): Kendati banjir dan tanah longsor telah berlalu dua bulan lalu, namun Blangkejeren, Gayo Lues-Aceh Tenggara (Agara) masih menggunakan sistem buka tutup.
Diterapkannya sistem tutup buka jalan nasional ruas Blangkejeren- batas Agara -Kutacane tersebut, akibat masih adanya beberapa titik ruas jalan yang harus diperbaiki dan masih membahayakan bagi pengguna jalan.
Beberapa sumber yang Waspada.id temui, Minggu (1/2) mengaku heran dan kecewa melihat rendahnya kinerja rekanan dalam menyelesaikan dan melancarkan arus lalu lintas Blangkejeren-Kutacane.
Seharusnya, jika pihak rekanan serius, jalan Blangkejeren yang menghubungkan Gayo Lues dengan Kutacane Aceh Tenggara itu, telah lama lancar.
Faktanya, kendati banjir dan tanah longsor telah berlalu dua bulan lalu, kondisi jalan nasional lintas tengah tersebut masih memprihatinkan.

Selain badan jalan yang baru direlokasi dan dikeruk alat berat kondisihya masih lembek, juga masih terdapat banyak badan jalan yang mengecil dan menyempit karena amblas ke dasar jurang dan ke aliran Sungai Alas (Agusen).
Masih diterapkannya sistem buka tutup ruas jalan nasional penghubung dua kabupaten bertetangga itu, jelas menyulitkan pengguna kendaraan bermotor, karena panjangnya antrean di daerah Tetumpun yang dikerjakan beberapa unit alat berat.
Ratusan kendaraan bermotor terpaksa antre selama beberapa jam menunggu giliran lewat dari Kutacane menuju Blangkejeren dan sebaliknya.
Supri, salah seorang warga yang melintas kepada Waspada.id di kawasan Tetumpun Kecamatan Putri Betung Gayo Lues menambahkan, sejak pukul 08.00 WIB, jalan di daerah Tetumpun mulai ditutup untuk semua jenis kendaraan yang melintas.
Jalan itu baru dibuka dari pukul 12.00 sampai pukul 14.00 WIB dan ditutup kembali sampai pukul 17.00 WIB.
Untuk itu, agar warga yang mengendarai kendaraan roda tiga, empat dan truk tidak kecewa dan tak berlama-lama menunggu antrean, hendaknya bisa mengatur waktu keberangkatan agar tak terjebak antrean panjang di daerah Tetumpun dan beberapa titik lainnya.

Beberapa pengguna jalan yang mengaku telah menunggu antrean sejak pukul 09.00 di daerah Tetumpun berharap, agar pihak rekanan serius dan mempercepat penyelesaian jalan nasional yang sangat vital bagi warga di bagian tengah Provinsi Aceh tersebut.
Banjir dan tanah longsor di Gayo Lues itu terjadi 26 dan 27 November 2025 lalu, Anehnya sampai awal Januari 2026, belum juga selesai dan masih menggunakan sistem buka tutup.
Akibat belum normalnya kondisi jalan nasional ruas Blangkejeren -Kutacane tersebut, menyulitkan truc berbadan besar membawa kebutuhan warga dari Medan dan Kutacane menuju Gayo Lues dan sebaliknya, akibat masih rawan kecelakaan di sepanjang jalan di Gayo Lues tersebut.(id80)












