SIGLI (Waspada.id): Lebih dari sebulan pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie pada 26 November 2025, kondisi Jalan Puuk Kembang Tanjong–Beureueh, Beureunuen, masih memprihatinkan.
Ruas jalan kewenangan Kabupaten Pidie itu rusak parah dan kini berubah menjadi jalur maut yang mengancam keselamatan warga, demikian pantauan Waspada.id, Minggu (4/1).
Jalan yang menjadi akses vital masyarakat tersebut dipenuhi lubang besar, kerap tergenang air, serta licin akibat sisa lumpur banjir bandang. Setiap kali hujan turun, genangan air menutup lubang-lubang di badan jalan sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Amatan Waspada. Id, di lokasi menunjukkan pengendara terpaksa melaju perlahan sambil menebak kondisi jalan di bawah genangan. Tidak sedikit yang terperosok dan terjatuh. Warga setempat menyebut, sejak banjir bandang akhir November lalu, kecelakaan di ruas jalan tersebut kerap terjadi. Bahkan, beberapa korban mengalami luka berat hingga patah tulang.
Camat Kembang Tanjong, Fauzi Harfa, mengatakan kerusakan Jalan Puuk Kembang Tanjong–Beureueh merupakan dampak langsung banjir bandang 26 November 2025 yang merusak struktur badan jalan. “Pasca banjir bandang, kondisi jalan ini sangat terdampak. Selain rusak dan berlubang, setiap hujan turun jalan selalu tergenang dan licin karena sisa lumpur. Kami mohon masyarakat berhati-hati dan bersabar,” ujar Fauzi Harfa.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pidie telah melakukan penanganan awal dengan menggelar gotong royong massal untuk membersihkan sisa lumpur banjir. Kegiatan tersebut melibatkan aparatur sipil negara (ASN), pegawai paruh waktu, serta masyarakat dari daerah yang tidak terdampak banjir.
Namun, menurut Fauzi, pembersihan semata belum mampu mengatasi persoalan. Kerusakan struktur badan jalan membutuhkan penanganan teknis dan perbaikan permanen agar tidak terus membahayakan pengguna jalan.
“Gotong royong sudah dilakukan, tetapi karena kerusakan cukup parah, dibutuhkan perbaikan menyeluruh. Jika hanya dibersihkan, saat hujan turun genangan dan lumpur akan kembali,” katanya.
Sementara itu, Keuchik Gampong Puuk, Sufyan, menyebut Jalan Puuk Kembang Tanjong–Beureueh merupakan jalur utama warga untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan transportasi hasil pertanian dan laut juga tambak. Kondisi jalan yang rusak dan licin, kata dia, sangat mengganggu kehidupan masyarakat.
“Ini jalan utama warga. Sudah ada yang jatuh dari sepeda motor hingga patah tulang. Kami khawatir korban akan terus bertambah jika tidak segera diperbaiki,” ujar Sufyan.
Ia menambahkan, warga telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah karena kondisi jalan tersebut tidak hanya menghambat aktivitas, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keselamatan, terutama anak sekolah dan petani yang setiap hari melintas.
Masyarakat Gampong Puuk dan sekitarnya berharap Pemerintah Kabupaten Pidie segera mengambil langkah konkret untuk melakukan perbaikan permanen. Mengingat Jalan Puuk Kembang Tanjong–Beureueh merupakan jalan kewenangan Kabupaten Pidie, warga meminta pembangunan kembali badan jalan disertai pembenahan drainase agar genangan air dan lumpur tidak terus berulang setiap musim hujan. (id69)











