ACEH TAMIANG (Waspada.id): Organisasi Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Kabupaten Aceh Tamiang meminta pemerintah agar tidak melupakan nasib para korban konflik yang juga terdampak banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Sekretaris JASA Aceh Tamiang, Reki Ilham, Jumat (13/3) malam mengatakan, banyak masyarakat yang merupakan korban konflik masa lalu kini kembali menghadapi cobaan akibat bencana banjir.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian dari mereka semakin terpuruk karena hingga kini belum sepenuhnya merasakan kesejahteraan.
“Banyak korban konflik yang juga terimbas banjir bandang di Aceh Tamiang. Kami berharap mereka jangan sampai dilupakan,” ujar Reki Ilham.
Ia menjelaskan, selama ini sebagian korban konflik masih hidup dalam keterbatasan. Ketika bencana banjir datang, beban yang mereka rasakan semakin berat karena harus kembali berjuang memulihkan kondisi ekonomi dan tempat tinggal.
“Selain sebagai korban konflik yang sampai sekarang belum sepenuhnya sejahtera, kini mereka juga menjadi korban banjir. Sudah cukup banyak luka yang mereka rasakan,” ungkap Reki.
Karena itu, JASA Aceh Tamiang berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kelompok masyarakat tersebut, baik melalui bantuan kemanusiaan maupun program pemulihan pascabencana.
Reki menegaskan, pihaknya ingin memastikan para korban konflik yang terdampak banjir tetap menjadi bagian dari prioritas perhatian pemerintah. “Kami dari Organisasi Jaringan Aneuk Syuhada Aceh, khususnya Aceh Tamiang, berharap pemerintah tidak melupakan mereka yang hingga saat ini masih sangat membutuhkan perhatian,” pungkasnya.(id76)











