IDI (Waspada.id): Menjelang bulan Ramadan 1447 Hijriyah, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky, S.Hi, M.Si, terus bekerja memenuhi hak-hak korban dengan mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara). Buktinya, Alfarlaky resmi melakukan Ground Breaking Huntara di Komplek Kantor Kecamatan Idi Rayeuk di Idi, Jumat (9/1).
Bupati Alfarlaky dalam sambutannya menegaskan, pemerintah daerah terus bekerja untuk mempercepat pembangunan Huntara, karena sifatnya yang sangat mendesak. “Hal ini mengingat masyarakat Aceh akan segera menghadapi bulan suci Ramadan dan hari megang,” katanya.
Menurutnya, hari meugang dan bulan puasa merupakan momentum sakral bagi masyarakat Aceh. “Kita ingin memastikan masyarakat korban banjir dapat melalui masa tersebut dengan tempat tinggal yang layak. Itu sebabnya pembangunan Huntara ini kita percepat,” ujar mantan jurnalis itu.
Namun demikian, Alfarlaky mengakui terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait ketersediaan dan status lahan pembangunan Huntara. “Beberapa lokasi harus menggunakan lahan milik pemerintah pusat seperti PT KAI maupun lahan milik swasta,” tutur mantan Ketua KNPI Aceh Timur ini.
Untuk itu, pihaknya berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat terkait pembebasan dan pemanfaatan lahan, sehingga ke depan tidak menimbulkan persoalan hukum. (id77)











