Jelang Ramadhan, Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah

  • Bagikan
Jelang Ramadhan, Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah
Pj Wali Kota Banda Aceh, Amiruddin bersama Kepala BI Perwakilan Aceh, Roni Widijarto, Kapolresta Fahmi Irwan Ramli, serta unsur pimpinan daerah lainnya saat memantau pasar murah di halaman masjid Syuhada Lamgugob. (Waspada/Zafrullah)

BANDA ACEH (Waspada): Pemko Banda Aceh melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, menggelar pasar murah di halaman Masjid Syuhada di kawasan Lamgugob, Banda Aceh, Selasa (27/2).

Kegiatan pasar murah ini mengundang antusiasme yang luar biasa dari masyarakat kota untuk berbelanja sejumlah barang kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir.

Pj Wali Kota Banda Aceh, Amiruddin bersama Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Roni Widijarto, Kapolresta Fahmi Irwan Ramli, serta unsur pimpinan daerah lainnya, turun langsung memantau pasar murah yang diselenggarakan sebagai upaya untuk meringankan beban ekonomi masyarakat.

Paket komoditi bahan pokok seperti beras 10 kg, gula pasir 2 kg, minyak goreng kemasan 2 liter, dan satu papan telur, dijual dengan harga jauh di bawah harga pasar, yaitu hanya Rp190 ribu.

Langkah Strategis Kendalikan Harga Barang Pokok

Kata Pj wali kota, langkah ini diambil sebagai respons terhadap kecenderungan kenaikan harga bahan pokok di Banda Aceh, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Ia menyatakan, pasar murah ini bagian dari komitmen pemerintah dalam meringankan beban masyarakat. “Selama ini harga bahan pokok cenderung naik, apalagi memasuki bulan puasa,” ujarnya.

“Dengan pasar murah ini, kami berharap harga bahan pokok kembali stabil sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat kota,” ujarnya lagi.

Sebagai informasi, jumlah paket yang disediakan dalam pasar murah kali ini mencapai 950 paket. Sebelumnya, pasar murah juga digelar di Taman Ratu Safiatuddin kawasan Lampriek, Senin, 26 Februari 2024, selanjutnya pada 6 Maret 2024 di halaman parkir PLTD Apung dan esoknya juga diadakan di halaman Masjid Baitussalihin.

Sementara itu, Kepala BI Perwakilan Aceh, Roni Widijarto menilai kegiatan pasar murah tersebut sangat efektif dalam upaya pengendalian inflasi. “Terakhir, angka inflasi di Banda Aceh sangat bagus, yakni 1,81 persen. Mudah-mudahan angka ini bisa bertahan,” tuturnya.

Menurutnya, langkah strategis Pemko Banda Aceh bekerjasama dengan BI dan Bulog ini menjadi solusi konkret untuk mengatasi masalah kenaikan harga bahan pokok, sekaligus pengendalian inflasi yang efektif. “Semoga langkah-langkah ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya. (b03)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *