Aceh

Jembatan Bailey Rampung, Akses Mane Lancar Lagi

Jembatan Bailey Rampung, Akses Mane Lancar Lagi
Camat Mane Muchtar AG berdiri di atas jembatan bailey yang baru dipasang, memastikan akses warga kembali lancar, Minggu (30/11) Waspada.id/Muhammad Riza
Kecil Besar
14px

PIDIE (Waspada.id): Pemasangan jembatan bailey yang menghubungkan Gampong Blang Dalam dan Lutueng, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, akhirnya rampung dan dapat kembali dilintasi warga sejak Kamis (27/11). Informasi itu disampaikan Camat Mane, Muchtar AG, S.Pd.I, M.Pd, Minggu (30/11), usai meninjau kondisi jembatan darurat tersebut.

Muchtar menjelaskan, jembatan darurat itu merupakan nadi utama bagi masyarakat dua gampong dalam menjalankan aktivitas harian, mulai dari mobilitas ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga administrasi pemerintahan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

IKLAN

“Alhamdulillah, jembatan bailey sudah siap dan mulai hari ini dapat dilintasi warga. Ini akses utama untuk membawa hasil pertanian dan aktivitas warga setiap hari,” ujar Muchtar.

Ia menambahkan, kerusakan jembatan sebelumnya membuat warga kesulitan dan menimbulkan hambatan ekonomi. Karena itu, penanganan cepat dari Pemerintah Kabupaten Pidie dan Pemerintah Aceh sangat membantu pemulihan aktivitas masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah – Alzaizi, serta jajaran Dinas PUPR Pidie dan PUPR Aceh yang bergerak cepat. Penanganan ini sangat berarti bagi warga Mane,” tambahnya.

Di tempat terpisah, warga Gampong Blang Dalam, Fadli, merasa lega karena jembatan kembali dapat digunakan. Ia mengaku selama masa putusnya jembatan, banyak warga mengalami kesulitan membawa hasil kebun ke pasar.

“Syukur jembatan sudah siap. Selama beberapa hari kami susah bawa hasil kebun ke pasar. Sekarang bisa normal lagi,” kata Fadli.

Pelajar juga merasakan manfaat langsung. Aulia,16, siswi SMA asal Gampong Lutueng, mengatakan ia sering terlambat ke sekolah ketika jembatan terputus. “Kami harus memutar jauh, kadang menunggu air sungai surut dulu. Sekarang sudah lebih aman dan cepat,” ujarnya.

Pelajar SMP, Rizki,14, menambahkan kekhawatiran terbesar para pelajar adalah saat musim hujan. “Kalau air deras kami takut tidak bisa lewat. Harap ke depan ada jembatan permanen,” ujarnya.

Tidak hanya petani dan pelajar, pedagang keliling yang saban hari mengandalkan akses jalan ini juga merasakan dampak besar dari rampungnya pemasangan jembatan bailey.

Hasan, 38, pedagang ikan keliling yang biasa melintasi jalur Blang Dalam–Lutueng menuju pasar Mane dan Geumpang, menuturkan beberapa hari terakhir ia mengalami kerugian karena sulit menjangkau pelanggan.

“Kalau jembatan putus, saya harus putar jauh. Ikan jadi telat sampai ke pembeli, kualitasnya turun. Untung sekarang sudah bisa lewat lagi, saya bisa keliling seperti biasa,” katanya.

Menurut Hasan, akses cepat sangat menentukan kualitas ikan yang ia jual. Ia menilai jembatan ini bukan hanya sekadar penghubung, tetapi menjadi penentu lancarnya ekonomi harian masyarakat.

Sementara itu, Yuni, 32, pedagang sayur keliling asal Mane, juga mengaku sangat terbantu. “Saya ambil sayur dari kebun warga Blang Dalam dan Lutueng. Waktu jembatan belum siap, saya tidak bisa masuk ke dua gampong itu. Dagangan jadi kurang lengkap,” ujarnya.

Yuni menambahkan, selama akses terputus, beberapa pelanggannya sempat mengeluh karena pasokan sayur tidak lengkap dan beberapa bahan dapur sulit didapat. “Sekarang sudah lancar, saya bisa keliling lagi dan ibu-ibu di kampung bisa belanja seperti biasa,” katanya.

Ekonomi Mulai Menggeliat Kembali

Sejak jembatan bailey kembali berfungsi, aktivitas ekonomi dua gampong terlihat kembali hidup. Pedagang, pelajar, petani, hingga masyarakat yang bekerja di luar kampung sudah bisa melintas tanpa hambatan.

Camat Mane, Muchtar menyebutkan bahwa pihaknya tetap memantau kondisi jembatan darurat tersebut agar tidak membahayakan masyarakat.

Dengan pulihnya akses transportasi, roda ekonomi masyarakat kembali berputar, arus pelajar kembali lancar, dan distribusi barang dagangan normal seperti sediakala.

Pemerintah kecamatan berharap keberadaan jembatan ini menjadi awal pemulihan penuh infrastruktur di wilayah Pegunungan Mane yang rentan bencana.(id69)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE