BLANGPIDIE (Waspada.id): Dilaporkan, bukan sekadar safari birokrasi, langkah Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr. Safaruddin ke Jakarta pada pertengahan Januari 2026, diarahkan untuk satu tujuan jelas, yakni memastikan kebutuhan riil Abdya tidak kembali terhenti di meja kementerian.
Selama dua hari, Rabu dan Kamis (14-15 Januari 2026) lalu, Bupati Safaruddin menemui sejumlah pengambil kebijakan nasional. Ia bertatap muka langsung dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, Ph.D, Menteri PUPR Ir. Dody Hanggodo, M.PE, serta Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP Dr. Irman. Sehari sebelumnya, ia juga berdiskusi dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani.
Dalam pertemuan tersebut, Safaruddin tidak membawa proposal normatif. Ia menyodorkan laporan kondisi lapangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur dasar, kebutuhan perumahan perdesaan, hingga posisi Abdya sebagai daerah penyangga, saat bencana melanda wilayah lain di Aceh.
Kepala Bagian Prokopim Setdakab Abdya Indra Darmawan, Kamis (15/1) menyebutkan bahwa, Bupati Abdya secara terbuka menyampaikan hambatan pembangunan, yang selama ini memperlambat laju daerah. Respons kementerian, kata Indra, terbilang konkret. “Para menteri dan dirjen menyambut positif dan menyatakan komitmen membantu sektor infrastruktur, perumahan, serta sektor pendukung lainnya. Apalagi Abdya selama ini berperan penting sebagai daerah penyangga saat terjadi bencana,” ungkapnya. .
Langkah ini disebut bukan pertemuan terakhir. Safaruddin telah menjadwalkan audiensi lanjutan dengan sejumlah kementerian lain, dengan satu penekanan, 2026 tidak boleh dihabiskan untuk wacana.
Pemkab Abdya lanjut Indra, menargetkan tahun ini sebagai fase gerak cepat, bukan sekadar pengulangan janji pembangunan. Ukurannya bukan pada jumlah pertemuan di Jakarta, melainkan pada sejauh mana hasilnya kembali ke Abdya, dalam bentuk program dan anggaran nyata.(id82)










