KUALASIMPANG (Waspada.id): Kampung Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang masih porak poranda setelah hampir dua bulan pasca banjir Aceh Tamiang 2025.
Pantauan Waspada.id, Rabu (14/1), setelah hampir dua bulan pasca banjir Kabupaten Aceh Tamiang yang terjadi jelang akhir November 2025, sampai saat ini sudah hampir dua bulan lamanya situasi dan kondisi Kampung Bundar masih porak-poranda.
Menurut pantauan Waspada.id, rumah-rumah warga di Kampung Bundar masih berlumpur dan digenangi air. Di badan jalan yang ada di kawasan itu masih banyak yang berlumpur dan sampah, terutama jalan-jalan dalam gang yang ada di kampung Bundar.
Bahkan, komplek perumahan warga terdampak banjir 1996 ada ratusan rumah yang hanyut dan rusak parah, sehingga tidak bisa ditempati lagi akibat diterjang banjir yang terjadi November 2025 di Aceh Tamiang.

Komplek perumahan warga terdampak banjir 1996 itu merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat yang dibangu pasca terjadinya banjir pada tahun 1996, komplek perumahan tersebut menurut catatan Waspada.id, diresmikan oleh Menteri Sosial (Mensos) di Indonesia pada masa itu adalah Endang Kusuma Inten Soeweno, yang menjabat dalam Kabinet Pembangunan VI (1993–1998) di bawah Presiden Soeharto.
Kini pasca banjir Aceh Tamiang 2025, ratusan rumah dikomplek tersebut banyak yang hanyut dan rusak berat, sehingga tampak puing-puing bangunan rumah yang hancur diterjang banjir Aceh Tamiang 2025.
Pantauan Waspada.id, sejumlah warga tampak sedang bersusah-payah kesulitan membuang lumpur yang ada di halaman dan dalam rumah serta di jalan gang pemukiman rumah warga yang sudah hampir dua bulan mengendap di rumah.
Tampak warga setempat, Muhammad Hatta yang kesulitan membuang lumpur di dalam rumah dan di jalan gang yang ada di kawasan rumah warga.(id93)










