Aceh

Kasdam IM Apresiasi Terobosan Pangan Dandim 0110/Abdya

Kasdam IM Apresiasi Terobosan Pangan Dandim 0110/Abdya
Kasdam IM, Brigjen TNI Dwi Sasongko, didampingi Danrem 012/Teuku Umar Kolonel Inf Windarto dan Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, meninjau lahan ketahanan pangan terpadu,  yang dikembangkan di pekarangan rumah dinas Dandim, di Blangpidie, Rabu (11/3).Waspada.id/Syafrizal 
Kecil Besar
14px

BLANGPIDIE (Waspada.id): Upaya memaksimalkan lahan sempit, menjadi pusat produksi pangan, mendapat perhatian pimpinan Komando Daerah Militer Iskandar Muda (IM). 

Kepala Staf Kodam (Kasdam) IM, Brigjen TNI Dwi Sasongko, mengapresiasi terobosan Komandan Kodim 0110/Aceh Barat Daya (Abdya), Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, yang menyulap pekarangan rumah dinas menjadi kawasan ketahanan pangan terpadu.

Apresiasi itu disampaikan Kasdam saat kunjungan kerja di Kabupaten Abdya, Rabu (11/3). Dalam agenda tersebut, Kasdam didampingi Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 012/Teuku Umar, Kolonel Inf Windarto.

Sebelum meninjau lokasi pengembangan pangan, rombongan terlebih dahulu memeriksa kesiapan sekitar 600 prajurit yang baru tiba di area marshaling Yon TP 958/RM di Desa Rambong, Kecamatan Setia.

Di sela kunjungan itu, Kasdam IM kemudian meninjau langsung kawasan ketahanan pangan yang digagas Dandim 0110/Abdya. Lahan pekarangan rumah dinas yang sebelumnya terbatas, kini dikembangkan menjadi kawasan produktif, yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan dan perikanan, dalam satu sistem terpadu.

Di lokasi tersebut, dikembangkan berbagai komoditas, mulai dari sayuran hidroponik, budidaya melon dan semangka, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga pembibitan pohon keras. Selain itu terdapat peternakan kambing, bebek, serta budidaya ikan lele dan nila dengan sistem bioflok.

Menariknya, seluruh kegiatan dikelola dengan konsep zero waste system. Limbah peternakan dan sisa pakan, diolah kembali menjadi pupuk kompos organik. Sistem ini diperkuat dengan pemanfaatan tanaman air Azolla microphylla, sebagai pakan alternatif bernilai gizi tinggi, sekaligus penunjang kesuburan tanah.

Brigjen Dwi Sasongko menilai, langkah tersebut sebagai contoh konkret pemanfaatan lahan secara produktif, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. “Inovasi seperti ini patut menjadi contoh. Lahan sempit pun bisa dimaksimalkan menjadi sumber pangan yang produktif,” tegasnya.

Ia berharap model pengembangan tersebut tidak berhenti di Abdya, tetapi dapat direplikasi oleh para komandan satuan di berbagai wilayah sebagai wujud nyata kontribusi Tentara Nasional Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.(id82)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE