TAPAKTUAN (Waspada.id): Sebanyak 13 unit rumah toko (Ruko) berkonstruksi semi permanen hangus rata dengan tanah dilalap api di Lorong Taqwa, Gampong Kota Fajar, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (28/3) dini hari.
Kendati tak ada korban jiwa, namun peristiwa kebakaran besar yang terjadi sekitar pukul 02.20 WIB itu mengakibatkan para korban kehilangan harta benda dengan kerugiaan materil ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Musibah kebakaran yang terjadi di wilayah padat penduduk dan pusat perbelanjaan (pasar) pada dinihari saat warga sedang terlelap tidur itu, membuat warga panik dan gerak cepat langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Sebagian besar bangunan yang terbakar merupakan ruko lama berbahan kayu, sehingga api dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan.

Menurut informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian dan keterangan saksi, api pertama kali terlihat dari lantai atas rumah milik Ibrahim. Dalam hitungan menit, api membesar dan menyambar bangunan lain di sekitarnya.
Salah satu korban, Khairina, yang pertama kali menyadari kebakaran, langsung berteriak meminta pertolongan warga dan menghubungi pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, namun derasnya angin dan material bangunan yang mudah terbakar membuat api sulit dijinakkan.
Upaya pemadaman melibatkan sejumlah armada dari berbagai wilayah, termasuk Kluet Utara, Kluet Tengah, Bakongan, dan Tapaktuan. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB, setelah hampir tiga jam petugas berjibaku di lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, H. Zainal, menyebutkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh bangunan yang terdampak mengalami kerusakan berat.

“Kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Kita bersyukur tidak ada korban jiwa, namun warga mengalami kerugian besar,” ujarnya.
Warga korban masing-masing adalah H. Zamnan, 70, pensiunan PNS (3 unit ruko), Nurulsadah (42) PNS, M. Ali, 70, wiraswasta, Ibrahim, 70, pensiunan PNS, Aisyah, 47, IRT, Masribin, 50, PNS, Nurmardiah, 80, IRT, Khairina, 34, honorer, Erlina, 50, IRT, Saleh, 46, PNS dan Has, 45, PNS.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di lantai atas salah satu ruko, namun penyelidikan masih berlangsung.
Peristiwa ini kembali menyoroti minimnya armada pemadam kebakaran di wilayah tersebut. Ukuran mobil damkar yang kecil dinilai belum memadai untuk menangani kebakaran berskala besar.
Hingga saat ini, warga terdampak masih berupaya membersihkan puing-puing sisa kebakaran, sementara bantuan darurat diharapkan segera turun untuk meringankan beban para korban. (id85)













