ACEH TAMIANG (Waspada.id): Ketua Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang, M Prawira Haji, S.Psi menyampaikan, bahwa kehadiran Menteri Pertanian (Mentan) RI, Amran Sulaiman ke Aceh Utara, Provinsi Aceh untuk melakukan ground breaking rehabilitasi sawah respons positif sekaligus harapan besar dari para pelaku sektor pertanian di daerah, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang.
“Dukungan penuh kami sampaikan selaku organisasi Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang, kita berharap momentum kehadiran Mentan menjadi pemantik percepatan rehabilitasi infrastruktur pertanian di seluruh wilayah Aceh, termasuk Aceh Tamiang yang saat ini kondisinya cukup memprihatinkan, ” kata Prawira Haji pada Jumat (16/1) di Karang Baru, Aceh Tamiang.
Ketua Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang M Prawira Haji, S.Psi mengungkapkan, bahwa kondisi petani di lapangan saat ini sangat memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah. Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk yang menggantungkan hidup dari sektor agraria, sektor pertanian merupakan urat nadi ekonomi masyarakat.
”Pendapatan rata-rata masyarakat di Aceh Tamiang berasal dari bertani, tapi saat ini keadaan petani kita sangat miris. Kami memohon kepada para pengambil kebijakan untuk benar-benar memprioritaskan aspek pertanian serta peternakan dalam setiap kebijakan pembangunan,” ujarnya.
Tani Merdeka menyampaikan bahwa rehabilitasi sawah, tambak dan perbaikan sarana irigasi tidak bisa ditunda lagi. “Kita meminta agar skema percepatan pembangunan yang dilakukan di Aceh Utara juga segera diterapkan di Aceh Tamiang guna meningkatkan produktivitas lahan dan kesejahteraan petani, ” pinta Prawira Haji.
Disebutkan, ada beberapa poin utama yang menjadi harapan dengan hadirnya Mentan di Aceh. Modernisasi Infrastruktur, mempercepat perbaikan sawah, tambak, dan saluran irigasi yang rusak agar distribusi air ke sawah warga lebih merata. Kemudian stabilitas ekonomi mengingat bertani adalah mata pencaharian utama, keberhasilan panen akan langsung berdampak pada penurunan angka kemiskinan di daerah.
Selanjutnya, kehadiran pemerintah menjadi harapan,dan bagi petani juga butuh kepastian bahwa pemerintah hadir melalui kebijakan yang pro-rakyat, mulai dari ketersediaan pupuk hingga harga jual yang layak, sebagaimana program ketahanan pangan Bapak Presiden Prabwo Subianto.
”Kami mendukung penuh langkah pemerintah melalui ground breaking di Aceh Utara. Namun, kami juga berharap agar program serupa segera melaju ke Aceh Tamiang. Jangan biarkan petani kami terus berjuang dalam keterbatasan infrastruktur,” tegas KetuaTani Merdeka.
“Melalui momentum ini, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi petani agar sektor pertanian kembali menjadi primadona dan penopang utama ekonomi di kabupaten yang di juluki Bumi Muda Sedia, ” pungkas Prawira Haji. (Id76)










