BANDA ACEH (Waspada.id): Kementerian Agama kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Provinsi Aceh, Selasa,( 13/01/26). Bantuan berupa Al-Qur’an, sarung, tikar, ambal, mukena, dan sajadah diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad di Kecamatan Sawang, Aceh Utara.
Bantuan tersebut disalurkan di empat titik terdampak paling parah di Kecamatan Sawang, yakni Desa Riseh Tunong, Riseh Teungoh, Riseh Baroh, dan Paya Rabo Lhok. Selain perlengkapan ibadah, Kementerian Agama juga menyalurkan bantuan dana sebesar Rp50 juta, masing-masing untuk Masjid Assa’adah di Paya Rabo Lhok dan Masjid Baitut Taqwa di Riseh Tunong.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, kehadiran Kementerian Agama tidak hanya untuk mendistribusikan bantuan, tetapi juga memastikan hak masyarakat dalam menjalankan ibadah tetap terpenuhi di tengah situasi darurat.
“Penanganan pascabencana harus menyentuh aspek fisik dan spiritual secara simultan. Masjid, KUA, madrasah, serta ruang-ruang keagamaan lainnya perlu segera dipulihkan agar tetap berfungsi sebagai pusat layanan umat, terlebih menjelang bulan Ramadan. Layanan keagamaan tidak boleh terhenti. Ini merupakan bagian dari pelayanan dasar yang harus kita jaga bersama,” ujar Abu Rokhmad.

Ia menegaskan, bahwa Kementerian Agama berkomitmen mengawal proses pemulihan secara bertahap dan berkelanjutan. Abu berharap sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat dapat mempercepat pemulihan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan keagamaan masyarakat terdampak.
Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, unit Zakat dan Wakaf, BAZNAS, berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional, penyuluh agama, organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh masyarakat, serta dukungan civitas akademika, termasuk kolaborasi dengan UIN Ar-Raniry dalam kegiatan kemanusiaan dan pendampingan masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari, menyampaikan bahwa kehadiran Kementerian Agama merupakan wujud empati terhadap masyarakat yang terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu.
“Kami hadir bersama Bapak Direktur Jenderal Bimas Islam dan rombongan membawa bantuan. Namun yang lebih utama adalah menjalin silaturahmi dan memberikan penguatan kepada masyarakat,” ujar Azhari.
Azhari berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan dengan baik, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan. Ia juga menambahkan bahwa selama ini Kementerian Agama terus melakukan pendampingan dan penyaluran bantuan di wilayah terdampak banjir di Aceh.
“Terakhir, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh telah menurunkan 1.330 relawan untuk membersihkan madrasah, rumah ibadah, dan Kantor Urusan Agama (KUA),” pungkasnya.(id66)










