Kepemimpinan Perempuan Dalam Kaca Mata Mufassir Aceh

- Aceh
  • Bagikan
Kepemimpinan Perempuan Dalam Kaca Mata Mufassir Aceh
Penulis buku dan pemateri serta peserta foto bersama usai acara deseminasi. (Waspada/Ibnu Sa'dan).

LANGSA (Waspada): Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Langsa mengadakan deseminasi/bedah buku dengan menghadirkan pemateri berkualitas di IAIN Langsa, Jumat (29/12).

Adapun buku yang dibedah itu berjudul “Kepemimpinan Perempuan dalam Kaca Mata Mufassir Aceh Analisis Komparatif Pemikiran Abdurrauf As-Singkily dengan Hasbi Ash-Shiddieqy”.

Tiga pemateri itu terdiri Prof. Dr. H. Zulkarnaini, MA, Lenni Lestari, M.Hum, dan Dr. Muhammad Amin, MA sebagai Penulis Buku serta dimoderatori Dr. Miswari, M.Ud.

Pemateri utama Prof. Dr. H. Zulkarnaini, MA antara lain mengatakan, perempuan seharusnya menjadi sejarah pembangunan bangsa dan agama.

Makna tersirat dalam buku karya Dr. Amin ini, kata dia, hendak menyampaikan bahwa perempuan tidak lagi harus terbatas pada ruang-ruang tententu yang sudah dikotakkan oleh tradisi masa lalu.

Perempuan harus menjadi bagaian dari masyarakat dan menjadi andil dalam masyarakat.

Perempuan, dengan pengetahuannya harus mampu menjadi bagian untuk memimpin atas dasar konsep keislaman namun bukan untuk bertindak merendahkan kaum laki-laki sebagai pemimpin kaum perempuan.

Sebagai perwakilan pemateri perempuan, Lenni Lestari, M.Hum menyampaikan apresiasi sebesarnya kepada penulis buku ini yang kaya akan pengetahuan dan keilmuan Islam.

Lenni Lestari mengatakan, perempuan harus mandiri dan menjadikan dirinya selayaknya perempuan.

Belajar dari sejarah bahwa perempuan menjadi bagian yang tdak terpisahkan dalam pergulatan sejarah Islam.

Perempuan jangan kehilangan jati dirinya dengan mengikuti tren global saat ini yang menghilangkan identitas keperempuanannya dalam Islam.

Islam mengajarkan perempuan untuk menjadi bagian dari peradaban sesuai dengan ketentuan dan amanah kerasulan.

Lenni mengajak perempuan untuk merdeka sebelum menentukan pilihannya. “Perempuan harus mandiri pada dirinya sendiri dan hidup berdasarkan keperempuanannya sesuai ajaran Islam” ujarnya.

Sebagai penulis buku, Dr. Muhammad Amin, MA, mengucapkan terimakasih dan rasa syukur yang sebesarnya atas terselenggara acara bedah buku ini.

Acara deseminasi ini hendak menunjukkan bahwa betapa mulianya perempuan dan pengaruhnya terhadap peradaban dalam kaca mata dua mufassir ini.

Ajaran Islam memuliakan perempuan dan hendak manyampikan bahwa perempuan merupakan pemimpin yang berpengaruh bagi kemajuan bangsa dan agama Islam.

Majunya suatu bangsa ditandai dengan bagaimana karakter perempuan dan bagaimana pendidikan dan didikan perempuan.

Dia mengucapkan terima kasih kepada pemateri yang berkenan hadir dan kepada seluruh peserta yang telah berkontribusi.(b12)

  • Bagikan