Kerugian Negara Kasus Korupsi RS PT. Arun Capai Rp43 Miliar

  • Bagikan
Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Lalu Syaifuddin. Waspada/Ist
Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Lalu Syaifuddin. Waspada/Ist

LHOKSEUMAWE (Waspada) : Tim Penyidik Kejari Lhokseumawe mengungkapkan, dalam kasus korupsi Rumah Sakit PT. Arun, hasil audit oleh Tim auditor menemukan kerugian negara yang mencapai nilai Rp43 milyar. Hal itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Lalu Syaifuddin melalui Kasi Intelijen Therry Gutama, SH, MH via rilis berita dalam grup wartawan, Rabu (10/5), terkait perkembangan pengusutan kasus RS PT Arun.

Dikatakannya, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe telah menggelar rapat koordinasi bersama tim auditor membahas hasil kerugian negara yang dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tentang adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan dan penyalahgunaan keuangan pada pengelolaan PT. RS Arun Lhokseumawe. Terhitung mulai tahun 2016 sampai dengan tahun 2022. Dalam kurun waktu tersebut, PT. RS Arun Lhokseumawe mendapat pendapatan sebesar Rp341.003.762.789.

Dalam rapat terakhir pada Selasa (09/05) lalu, diterangkan menurut hasil audit yang dilakukan oleh auditor, kerugian negara yang timbul akibat kasus tersebut mencapai Rp43 milyar. Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Lalu Syaifuddin menegaskan tim penyidik juga akan segera menetapkan para tersangka yang terlibat dalam kasus tersebut.

Jumlah tersangkanya minimal sebanyak dua orang dan bisa saja bertambah jumlah bila aliran dana korupsi dinikmati secara berjamaah, tambahnya. (b09)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *