Aceh

Keselamatan Rakyat Bukan Komoditas, YARA Tantang Sikap Tegas Bupati Abdya Tutup Sementara Tambang

Keselamatan Rakyat Bukan Komoditas, YARA Tantang Sikap Tegas Bupati Abdya Tutup Sementara Tambang
Ketua YARA Perwakilan Abdya Suhaimi N SH MH. Jumat (9/1).Waspada.id/Syafrizal 
Kecil Besar
14px

BLANGPIDIE (Waspada.id): Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Perwakilan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mendesak Bupati Safaruddin, segera menutup sementara aktivitas pertambangan,  yang dinilai tidak memberi kontribusi nyata bagi daerah, juga berpotensi besar memperparah risiko bencana di tengah cuaca ekstrem.

Ketua YARA Abdya Suhaimi N SH MH Jumat (9/1) menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh berlindung di balik alasan ekonomi, ketika keselamatan rakyat berada dalam ancaman langsung. “Keselamatan rakyat tidak boleh ditawar. Tidak bisa dikalahkan oleh kepentingan investasi, terlebih jika tambang itu tidak memberi manfaat signifikan bagi Abdya,” tegasnya. 

Menurut Shemi, demikian Lawyer muda ini biasa disapa, aktivitas pertambangan saat curah hujan tinggi, merupakan kombinasi berbahaya yang dapat memicu bencana ekologis. Mulai dari rusaknya daerah aliran sungai (DAS), longsor, hingga banjir besar.

Pihaknya menilai, pemerintah daerah harus belajar dari rentetan bencana hidrometeorologi, yang belakangan melanda berbagai wilayah di Aceh dan Sumatera. “Korban sudah berjatuhan di daerah lain. Jangan menunggu Abdya menyusul baru bertindak. Pencegahan jauh lebih bermartabat daripada penyesalan,” katanya.

Shemi menegaskan, Bupati Abdya memiliki kewenangan penuh, untuk mengambil langkah preventif demi melindungi warganya. Penutupan sementara tambang, menurutnya adalah langkah logis dan bertanggung jawab,untuk menekan risiko bencana sekaligus membuka ruang evaluasi objektif. “Jika tambang hanya meninggalkan kerusakan lingkungan, sementara daerah tidak memperoleh keuntungan yang sepadan, maka publik berhak mempertanyakan keberpihakan pemerintah,” ujarnya.

YARA Abdya juga mendorong dilakukannya audit lingkungan independen, terhadap seluruh aktivitas pertambangan di Abdya. Hasil audit tersebut harus dibuka ke publik, agar masyarakat mengetahui risiko nyata yang mereka hadapi setiap hari. “Bencana tidak pernah datang tiba-tiba. Ia lahir dari kelalaian yang dibiarkan. Jika hari ini pemerintah abai, maka besok yang dipertaruhkan adalah nyawa rakyat,” kata Shemi.***

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE