SIGLI (Waspada.id): Tahun ajaran baru di Kabupaten Pidie tidak hanya dibuka dengan deretan buku pelajaran dan seragam rapi, tetapi juga dengan keteladanan, Senin (5/1/2026).
Di Kecamatan Mutiara Timur, para guru memilih memulai sekolah dengan memberi contoh nyata tentang tanggung jawab, kepedulian, dan kerja bersama.
Di SD Negeri Dayah Tanoh, Minggu (4/1), sehari sebelum siswa kembali ke ruang kelas, halaman sekolah masih dipenuhi lumpur sisa hujan deras.
Namun para guru tidak menunggu bantuan atau kondisi benar-benar pulih. Dengan sapu, cangkul kecil, dan ember, mereka bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah sejak pagi. Bagi para guru, membersihkan sekolah bukan sekadar pekerjaan tambahan, melainkan bagian dari pendidikan itu sendiri.

Keteladanan dianggap lebih bermakna daripada sekadar nasihat di ruang kelas. “Anak-anak harus melihat langsung bahwa menjaga lingkungan dan saling membantu adalah bagian dari belajar,” ujar seorang guru.
Upaya itu menjadi pesan sunyi namun kuat bagi para siswa. Ketika hari pertama sekolah dimulai, halaman yang bersih menyambut langkah-langkah kecil mereka. Aulia,10, siswa kelas IV, mengaku senang kembali ke sekolah. “Sekarang tidak becek lagi, kami bisa belajar dengan nyaman,” katanya.
Orang tua murid pun merasakan dampaknya. Nurhayati, wali siswa, menilai apa yang dilakukan para guru sebagai pendidikan karakter yang sesungguhnya. “Anak-anak belajar bukan hanya dari buku, tetapi dari contoh. Ini yang membuat kami sebagai orang tua merasa yakin,” ujarnya.
Semangat serupa juga terasa di SMP Negeri 1 Mutiara. Hari pertama sekolah ditandai dengan upacara bendera yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Kadisdikbid), Kabupaten Pidie, Yusmadi Kasem, MPd, Senin (5/1). Upacara berlangsung khidmat, menjadi penanda dimulainya kembali rutinitas belajar.
Dalam amanatnya, Yusmadi menekankan bahwa peran guru bukan semata mengajar, tetapi membentuk watak dan kepribadian siswa. Ia menyebut keteladanan sebagai fondasi utama pendidikan. “Apa yang dilakukan guru hari ini akan menjadi ingatan panjang bagi anak-anak,” katanya.

Yusmadi memastikan secara umum pelaksanaan hari pertama sekolah di Kabupaten Pidie berjalan lancar. “Alhamdulillah, proses belajar mengajar di awal tahun ajaran baru berlangsung normal,” ujarnya.
Ia menilai sikap para guru yang sigap dan peduli menunjukkan bahwa pendidikan di Pidie tidak hanya bertahan di tengah tantangan, tetapi juga terus menanamkan nilai.
Tahun ajaran baru pun dibuka dengan pelajaran pertama tentang tanggung jawab, kepedulian, dan keteladanan bahkan sebelum bel sekolah berbunyi. (id69)











