BLANGPIDIE (Waspada) : Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), Aceh Barat Daya (Abdya), Roni Guswandi, Minggu sore (4/5) lalu, menurunkaan satu unit alat berat jenis excavator (beko), dalam upaya normalisasi saluran irigasi sekunder, kawasan Desa Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan.
Kebijakan tersebut diambil Atok Roni, demikian sapaan akrab Ketua DPRK Abdya itu, dalam menjawab keluhan petani setempat, yang sering bermasalah dalam bercocok tanam, akibat areal persawahan mereka sering dilanda banjir luapan, imbas dari kian dangkalnya saluran jaringan irigasi yang mengaliri belasan hektare sawah penduduk setempat.
Dimana, selama ini saluran jaringan irigasi sekunder di kawasan itu, sudah sangat dangkal akibat sedimentasi jenis kerikil bebatuan koral.
Sehingga, sering terjadinya banjir luapan ke dalam bedeng sawah petani. Banjir luapan mengendap dengan waktu lama, yang berakibat tanaman padi petani gagal panen.
“Informasi ini langsung kami serap dari para petani kawasan ini. Makanya, langsung kita tindak lanjut, agar tidak kian berefek pada areal persawahan produktif milik masyarakat,” sebut Atok Roni.
Dikatakan, pada tanggal 20 Desember 2024 lalu, pihaknya meninjau langsung kondisi saluran irigasi tersebut, setelah mendapatkan aduan dari masyarakat setempat. Dalam tinjauan itu, pihaknya berjanji untuk menurunkan alat berat berupa beko, guna melakukan normalisasi saluran, untuk menguras debit air yang sudah lama mengendap di dalam bedeng sawah petani.
“Banjir luapan di daerah ini memang sudah berlangsung lama. Alhamdulillah setelah kita diskusi dengan Pak Bupati, beliau langsung menginstruksikan kepada dinas terkait, untuk melakukan normalisasi,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, normalisasi merupakan solusi awal untuk penanganan sawah petani, yang terendam berhari-hari tersebut. Dimana, ketebalan sendimen berupa material kerikil dalam saluran induk, sudah melebihi kapasitas.
Sehingga air meluap ke daratan dan melaju ke dalam bedeng-bedeng sawah petani. Bahkan, juga merendam kawasan pemukhiman penduduk setempat.
Untuk memperbaiki jaringan pertanian yang menyangkut hidup orang banyak itu lanjutnya, pihaknya juga akan bersinergi dengan instansi terkait, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan), Dinas PUPR, serta Bappeda Abdya, agar membuat perencanaan jangka menengah, terkait sejumlah persoalan yang harus ditangani di titik lokasi saluran tersebut.
Selain normalisasi, penguatan saluran jaringan irigasi itu juga perlu dibuat talud kiri-kanan, terutama di bagian hilir yang menghubungkan dengan Desa Blang Padang dan Mon Mameh, Kecamatan Tangan-Tangan.
“Kita minta tim teknis turun ke lokasi, agar bisa dilihat bagaimana kajian penyelesaiannya. Kita juga sudah minta Distanpan, agar membuat catatan terkait masalah ini. Masalah pertanian ini tidak boleh main-main, karena menyangkut dengan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat,” tegasnya.(b21)










