Ketua DPRK Buka Sidang, Anggota Banggar Pidie Mangkir

  • Bagikan
Sejumlah kursi anggota Banggar DPRK Pidie terekam kamera banyak kosong. Tampak di gambar seorang anggota Banggar DPRK Pidie yang hadir hanya bisa melongo melihat kursi kosong yang ditinggalkan rekan-rekannya, Senin (18/9) Waspada/Muhammad Riza
Sejumlah kursi anggota Banggar DPRK Pidie terekam kamera banyak kosong. Tampak di gambar seorang anggota Banggar DPRK Pidie yang hadir hanya bisa melongo melihat kursi kosong yang ditinggalkan rekan-rekannya, Senin (18/9) Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Buntut aksi mosi tidak percaya 28 anggota DPRK Pidie terhadap kepemimpinan Mahfuddin Ismail, M.A.P, selaku Ketua DPRK Pidie terus berlanjut.

Komitmen tidak akan mengikuti rapat-rapat, selagi dipimpin Mahfuddin Ismail betul-betul ditunjukkan oleh 28 anggota DPRK Pidie, yang menandatangani mosi tidak percaya itu.

Bahkan pembukaan Sidang Paripurna Pembahasan Rancangan KU-PAPBK dan PPAS-P Kabupaten Pidie 2023, dibuka dan dipimpin Mahfuddin Ismail, tidak dihadiri oleh anggota Banggar DPRK Pidie.

Dalam pembukaan rapat paripurna tersebut, dari 20 anggota Banggar terdapat enam orang yang hadir. Yakni, lima orang dari Fraksi Partai Aceh termasuk Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail dan satu anggota Banggar dari Partai Nasdem.

Ketua DPRK Buka Sidang, Anggota Banggar Pidie Mangkir

Kendati banyak anggota Banggar tidak hadir, akan tetapi rapat paripurna pembukaan sidang pembahasan Rancangan KU-PAPBK dan PPAS-P Kabupaten Pidie 2023 tetap berlangsung tertib dan aman.

Anggota Banggar DPRK Pidie, Tgk Muhammad Nur, SHI, Senin (18/9) mengungkapkan alasan tidak mengikuti sidang Paripurna Pembukaan Pembahasan Rancangan KU-PAPBK dan PPAS-P Kabupaten Pidie 2023, itu karena acara tersebut dibuka dan dipimpin oleh Mahfuddin Ismail.

Dimana, sebut dia yang bersangkutan selaku Ketua DPRK Pidie sudah mendapat mosi tidak percaya dari para anggota dewan pada sidang paripurna penetapan Anggota KIP Pidie, Jumat 4 Agustus 2023.

Ketika itu kata dia, sekira 28 dari 40 anggota DPRK Pidie walk out dari ruang sidang karena telah menandatangani surat mosi tidak percaya terhadap Mahfuddin Ismail selaku Ketua DPRK Pidie.

“Jadi tidak mungkin lagi kami anggota DPRK Pidie dipimpin Mahfuddin Ismail, karena mosi tidak percaya. Absennya kami ini tidak mempengaruhi agenda daerah terkait pembahasan anggaran. Makanya jadwal pembahasan yang sudah diputuskam badan musyawarah tetap berjalan,” tutur Ketua Fraksi Nanggroe Restorasi Kebangsaan (NRK).

Jujur saja, lanjut Tgk Muhammad Nur, ia bersama beberapa anggota DPRK lainnya yang tergabung dalam Banggar sudah hadir di gedung DPRK Pidie. Namun, ia bersama beberapa rekannya mengaku keluar dari kantor setelah melihat rapat dan sidang paripurna tersebut dipimpin oleh Mahfuddin Ismail.

“Ini dinamika karena sudah ada mosi tidak percaya. Makanya kawan-kawan sudah tidak mau lagi dipimpin oleh saudara Mahfuddin Ismail. Itukan secara kelembagaan dan secara pribadi saya biasa-biasa saja dengan beliau,” katanya lagi.

Menyusul adanya dinamika tersebut di dalam internal DPRK Pidie, bakal calon (Balon) Bupati Pidie yang diusung PNA, Tgk Muhammad Nur berharap masyarakat di daerah itu tidak terkecoh dengan berbagai manuver politik Ketua DPRK Pidie.

Karena dinamika persoalan antara anggota DPRK Pidie dengan Mahfuddin Ismail, ini persoalan lain. Anggota Banggar DPRK Pidie, kata Tgk Muhammad Nur, selalu bekerja positif menyelesaikan hal-hal yang menyangkut kepentingan masyarakat, dan Banggar tetap solid.

Di mana delapan Partai Politik (Parpol) yang tergabung di dalam koalisi Pidie Bersatu, yaitu Partai Golkar, PNA, PDA, Demokrat, PAN, Nasdem, PKB dan Gerindra, tetap konsisten membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

”Kalau merasa bertanggung jawab terhadap tugas, kenapa menyembunyikan dokumen kinerja Komisi Satu terkait rekrutmen KIP. Malah yang bersangkutan ketika itu tidak hadir untuk memimpin sidang yang merupakan tugasnya. Kemana beliau ketika itu,” pungkasnya.

Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail, M.AP, dikonfirmasi Waspada.id, terkait tidak hadirnya sejumlah anggota Banggar dalam sidang Paripurna pembukaan Pembahasan Rancangan KU-PAPBK dan PPAS-P Kabupaten Pidie 2023, mengaku tidak tahu. “Enggak tahu juga bang,” katanya.

Pun begitu, dia menegaskan, pembahasan KUA/PPAS tahun 2023 tetap wajib dilaksanakan, dan ia selaku Ketua DPRK Pidie tetap berkomitmen menjalankan pembahasan anggaran itu sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Mahfuddin Ismail, pun berharap persoalan miskomunikasi di internal DPRK Pidie tidak sampai merugikan kepentingan masyarakat Pidie. (b06).

  • Bagikan