Ketua Golkar Aceh Tamiang Laporkan Dugaan Pemalsuan Dokumen Saksi Pemilu

- Aceh
  • Bagikan
Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Tamiang, Adriadi, SE saat melaporkan dugaan pemalsuan tandatangannya terkait dokumen saksi Pemilu 2024. Waspada/Yusri
Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Tamiang, Adriadi, SE saat melaporkan dugaan pemalsuan tandatangannya terkait dokumen saksi Pemilu 2024. Waspada/Yusri

ACEH TAMIANG (Waspada): Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Aceh Tamiang, Adriadi, SE melaporkan salah seorang oknum pengurus partainya ke Polres Aceh Tamiang dengan dugaan pemalsuan dokumen saksi Pemilu 2024 pada Jumat (1/3).

Adriadi ketika membuat laporan tersebut didampingi kuasa hukumnya, Tedi Irawan, SH. MH atas laporannya terkait adanya dugaan pemalsuan tanda tangannya yang dilakukan oknum pengurus partai terhadap beberapa lembar surat mandat saksi atas seorang Caleg pada Pemilu 2024 lalu.

Seusai melakukan pelaporan, Tedi Irawan kepada wartawan menyebutkan, laporannya dimaksud berdasarkan adanya temuan di lapangan beredar lembaran surat mandat saksi yang dipalsukan dan diberikan kepada sejumlah saksi salah seorang Caleg dari Partai Golkar itu sendiri.

Atas surat mandat diduga palsu yang ditemukan di Kecamatan Kejuruan Muda dan Kecamatan Tamiang Hulu itu lalu dilaporkan ke Mapolres Aceh Tamiang dengan Nomor laporan: STT LP/ 33/III/ 2024/SPKT/POLRES ACEH TAMIANG POLDA ACEH.

“Kita laporkan atas dugaan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 263 ayat (2) KUHP atas dokumen saksi dalam Pileg di tempat pemungutan suara untuk salah seorang caleg Partai Golkar,” sebutnya.

Ia mengatakan, dalam pasal tersebut menyatakan, barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah asli dan atas adanya dugaan pemalsuan surat mandat saksi itu sehingga yang dirugikan adalah nama Partai Golkar.

Menurutnya, karena secara spesifik yang dirugikan adalah Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Tamiang yang tandatangannya dipalsukan dan secara umum telah merugikan nama besar partai.

“Laporan ke polisi ini berdasarkan kesimpulan rapat yang dilakukan oleh Ketua Bapilu Golkar setempat dan dihadiri fungsional Partai Golkar,” ungkapnya.

Dijelaskan Tedi, dugaan pemalsuan mandat saksi ini ditemukan karena diketahui ada tiga kejanggalan didalamnya, surat mandat asli itu ditandatangani hanya oleh saudara Adriadi, SE selaku Ketua Partai Golkar, dengan nomor surat menggunakan tulisan pena serta nama saksi ditulis dengan pena.

Sementara itu, surat mandat yang diduga palsu terdapat dua tandatangan, yakni oleh Ketua DPD II Partai Golkar, Adriadi, SE dan Sekretaris, Rosmalina, tanpa ada nomor surat dan nama saksi ditulis dengan ketikan komputer dangan dibubuhkan tandatangan Adriadi yang diindikasi dipalsukan dengan dugaan di scan.

Namun, Tedi tidak menyebutkan adanya indikasi penggandaan stempel partai atau stempel asli yang dipergunakan untuk surat mandat saksi tersebut. (b15)

  • Bagikan