AcehHeadlines

Keuchik Kritik Pemkab Bireuen: Penanganan Banjir Tidak Tertata, Korban Parah Tak Diajak Bicara

Keuchik Kritik Pemkab Bireuen: Penanganan Banjir Tidak Tertata, Korban Parah Tak Diajak Bicara
Keuchik Pante Lhoeng, Murizal, Waspada.id/Fauzan
Kecil Besar
14px

BIREUEN (Waspada.id):  Keuchik Gampong Pante Lhong, Murizal, menilai pola penanganan korban banjir oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen tidak tertata dengan baik, karena tidak melibatkan kepala desa secara langsung.

“Gampong yang saya pimpin termasuk salah satu desa terparah dampak bencana di Bireuen akibat banjir bandang. Tetapi, sejak terjadinya banjir hingga saat ini, Pemkab Bireuen belum pernah menggelar rapat resmi dan terbuka dengan para kepala desa yang terdampak bencana,” ujarnya kepada Waspada.id, Senin (5/1).

Murizal menyatakan, penanganan tanpa dialog langsung dengan pemerintah desa tidak akan melahirkan kebijakan yang menyentuh kebutuhan korban. “Penanganan bencana butuh dialog dan musyawarah. Tidak akan ada solusi bila tidak bermusyarah dengan pihak desa, karena yang mengetahui kebutuhan korban, kami keuchik, karena korban banjir apapun keluhan mereka, kepada keuchik dilaporkan,” terangnya.

Sebagai kepala desa terdampak parah, ia mengetahui secara langsung kondisi warga yang masih bertahan di tenda pengungsian, rumah rusak berat, kawasan rawan longsor, serta ancaman bencana susulan. “Kondisi tersebut, hingga sekarang ini belum direspons dengan langkah konkret. Dengan demikian maka saya menilai, sikap Pemkab Bireuen, enggan duduk bersama kepala desa. Artinya menunjukkan lemahnya komitmen dalam penanganan bencana,” tegasnya.

Ia menambahkan, desa bukan hanya penerima kebijakan, melainkan mitra utama Pemkab dalam melindungi masyarakat. Hingga kini belum ada kejelasan mengenai hunian sementara (Huntara).

“Bila desa yang terdampak parah saja tidak diajak bicara, lalu kebijakan itu dibuat untuk siapa. Untuk itu kita meminta Pemkab Bireuen dan pihak terkait agar segera membuka ruang dialog atau rapat langsung dengan kepala desa terdampak bencana agar penanganan bencana berjalan efektif dan tepat pada sasaran,” demikian Murizal. (id73)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Aceh

KUALASIMPANG (Waspada.id):  Kota Kualasimpang dan beberapa wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang kembali dilanda banjir pada Selasa (6/1) akibat hujan deras dan drainase/parit yang tidak berfungsi karena berlumpur. Pantauan Waspada.id menunjukkan,…

Aceh

BIREUEN (Waspada.id): Anggota Komisi V DPR RI, dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Ruslan M. Daud mengatakan, kritik dan memberi masukan dalam roda pemerintahan itu hal yang wajar dan…

Aceh

BANDA ACEH (Waspada.id): Dampak dari bencana alam yang melanda Aceh, mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa. Selengkapnya data dari Media Center Posko Tanggap Darurat Bencana Hydrometeorology Aceh tahun 2026, Banda Aceh,…

Aceh

BANDA ACEH (Waspada.id):  Gereja Katolik dan Vihara Buddha Takengon bersama relawan lintas agama Aceh Tengah serta jajaran Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kanwil Kemenag Aceh menyalurkan bantuan sembako dan pakaian kepada…