LHOKSEUMAWE (Waspada.id): Pengelola SPBU mini Pusong PT. Morando Grup di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, meminta Pertamina untuk menambah kuota solar sebanyak 250 KL per bulan.
Permintaan ini diajukan karena SPBU tersebut kewalahan menghadapi lonjakan permintaan BBM dari nelayan.
Amar Jufri, Pengelola SPBU Pusong Lama PT. Morando Grup, mengungkapkan bahwa kuota solar yang diterima saat ini, yaitu 192 KL, tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nelayan yang terus meningkat.
“Selama ini pihaknya hanya menerima pasokan BBM sebanyak 192 KL dan jumlah itu dirasa sangat terbatas dan tak mampu memenuhi tingginya permintaan nelayan setiap harinya,” ujarnya, Selasa (26/8).
Ia menambahkan, dalam dua bulan terakhir, permintaan solar dari nelayan meningkat drastis, yang ditandai dengan banyaknya tumpukan surat permintaan minyak yang direkomendasikan oleh Dinas Kelautan Provinsi Aceh. “Setiap harinya hampir sebagian besarnya tidak mampu dipenuhi karena keterbatasan stok,” katanya.
Akibatnya, setiap hari terlihat pemandangan nelayan yang berkerumun di SPBU mini untuk berebut mendapatkan solar.
“Karena stok terbatas terkadang membuat nelayan kecewa dan melampiaskan rasa kesalnya ditempat. Makanya kita minta Pertamina menambahkan kuota sebanyak 250 KL agar bisa melayani kebutuhan nelayan, kalau tidak tiap hari kita kewalahan,” jelas Amar Jufri.
Ketua Pemuda Gampong Pusong, Ismail Ahmad, juga menuturkan bahwa pengelola SPBU kewalahan memenuhi permintaan nelayan karena keterbatasan stok minyak.
“Kondisinya sekarang nelayan harus berlomba-lomba mendapatkan minyak yang terbatas. Pihak SPDN kewalahan dan membutuhkan penambahan Kuota minyak,” paparnya.
Ismail berharap Pertamina dapat mengabulkan permintaan penambahan kuota solar agar dapat memenuhi kebutuhan nelayan dan mencegah terjadinya konflik akibat rebutan minyak.(id72)










