ACEH TAMIANG (Waspada.id): Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Langsa melaksanakan Program KKN Mandiri sejak 20 Februari 2026 dengan tema Pesantren Kilat Ekoteologi menunjukkan dampak nyata dalam penanganan situasi bencana di Desa Pantai Cempa, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (28/02/2026).
Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA, mengatakan, konsep ekoteologi menjadi landasan utama dalam kegiatan ini.
Beliau menyampaikan bahwa ekoteologi mengajarkan bahwa bencana bukan hanya peristiwa alam, tetapi juga momentum muhasabah untuk memperbaiki relasi manusia dengan Allah Swt dan dengan alam semesta.
“Dalam konteks tersebut, mahasiswa hadir sebagai agen perubahan yang membawa empati, ilmu, dan solusi,” sebutnya.
Selain itu, kehadiran mahasiswa di lokasi bencana merupakan ujian nyata peran intelektual muslim. Mereka tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi mempraktikkan nilai keislaman dalam kerja-kerja kemanusiaan dan lingkungan.
“Pemilihan tema Ekoteologi bukan tanpa alasan karena saat ini merupakan visi dari Menteri Agama yang sangat relevan dengan kondisi di Aceh saat ini sehingga perlu untuk di praktikkan,” tambahnya.
Menurutnya, dedikasi mahasiswa KKN Mandiri FUAD menunjukkan kepedulian, ketangguhan, dan komitmen pengabdian yang patut diapresiasi. Kehadiran mereka diharapkan menjadi penguat harapan bagi masyarakat terdampak, sekaligus dapat memberikan dampak secara sosial-keagamaan sehingga masyarakat terdampak dan mahasiswa sendiri dapat memerik pembelajaran dari situasi bencana saat ini.
Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama antara FUAD IAIN Langsa dengan sejumlah lembaga mitra, baik nasional maupun internasional, antara lain: Save the Children, Dompet Dhuafa, Malaysian Relief Agency, Hakka Foundation, dan Jaringan Gusdurian. Dukungan penuh baik dari segi finansial dan program dari lembaga-lembaga tersebut memungkinkan mahasiswa menjalankan pengabdian secara optimal di lokasi bencana.
Melalui kegiatan ini, Rektor IAIN Langsa menegaskan komitmen IAIN Langsa untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan bencana, sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi Aceh dan Indonesia.
“Semoga setiap langkah pengabdian ini menjadi amal jariyah dan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan lembaga kemanusiaan dalam membangun ketahanan sosial dan ekologis yang berkelanjutan,” imbuhnya
Dekan FUAD IAIN Langsa, Dr. Mawardi, MA, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan para mitra yang selama ini konsisten mendukung kegiatan akademik dan non-akademik di lingkungan fakultas.
Ia berharap kerja sama yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan berkembang dalam berbagai program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat lainnya.
Program KKN Mandiri bertema Pesantren Kilat Ekoteologi ini menjadi bukti bahwa pendekatan keislaman yang integratif—menggabungkan spiritualitas, kesadaran ekologis, dan aksi sosial—mampu memberi pengaruh positif dalam situasi krisis.
Lanjutnya, selama bulan suci Ramadan, sebanyak 30 mahasiswa terjun langsung ke tengah masyarakat terdampak untuk menghadirkan penguatan spiritual, sosial, dan edukatif berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
Program ini dirancang sebagai bentuk pengabdian terpadu yang tidak hanya merespons kebutuhan darurat, tetapi juga membangun kesadaran jangka panjang tentang relasi manusia dengan lingkungan.
“Kegiatan yang dilaksanakan meliputi Pengajian Ekoteologi, pengiriman imam shalat Tarawih, pengiriman guru ngaji pada lokasi bencana, pembuatan peta risiko bencana, serta pendampingan psikososial berbasis nilai-nilai Al-Qur’an,” tutupnya. (Id74)












